detikNews
Selasa 23 Agustus 2016, 02:50 WIB

Polisi Di Bali Dihabisi Bule

Pembunuhan Wayan Berawal dari Kecurigaan David atas Hilangnya Tas Sara

Aditya Mardiastuti - detikNews
Pembunuhan Wayan Berawal dari Kecurigaan David atas Hilangnya Tas Sara Foto: I Wayan Sudiarsa, Polantas Bali yang ditemukan tewas di Kuta (Foto: via ABC Australia)
Jakarta - Warga negara Inggris, David Taylor (34) mengakui membunuh Aipda I Wayan Sudarsa. David yang telah menjadi tersangka itu mengaku, perkelahian yang berujung pada kematian Wayan tersebut berawal dari kecurigaan akibat tas yang hilang.

David diperiksa di Polresta Denpasar selama kurang lebih 12 jam. Menurut Kuasa Hukum David, Haposan Sihombing, kliennya kooperatif selama diperiksa oleh pihak kepolisian.

"Kejadian pada tanggal 17 dini hari. David sudah mengakui awalnya mencari tas yang hilang," ungkap Haposan di Polresta Denpasar, Jalan Gunung Sanghyang, Bali, Senin (22/8/2016) malam.

Lokasi kejadian berada di bibir pantai, tepatnya di depan Hotel Pullman, Jalan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Haposan menyebut, saat itu David menanyakan kepada seseorang mengenai tas kekasihnya, Sara Connor (45) WN Australia yang hilang saat keduanya berpacaran di pantai. Seseorang yang dimaksud adalah Wayan, korban pembunuhan David.

"Tas yang hilang itu ditanyakanlah kepada seseorang. Seseorang itu menjawab dia polisi. Akhirnya seseorang ini mendorong, terjatuh (dan) ditindih," ujarnya.

Pihak kuasa hukum menyebut David mengakui bahwa ia memukul korban hingga pingsan. Wayan dihajar secara keji oleh David dengan menggunakan sejumlah barang. Mulai dari teleskop milik korban, HP, hingga botol bir.

"Pada saat ditindih tersebut dicoba dilerai oleh si Sara, pada saat itulah ada teropong. Teropong itu dipukulkan sambil bertanya di mana tas saya," kata Haposan.

Sempat terjadi pergumulan antara David dan Wayan hingga akhirnya anggota Lantas Polsek Kuta itu pingsan. David sempat merogoh saku Wayan dan korban mendorongnya. Dari pengakuan, David merogoh saku Wayan untuk mencari barang-barang Sara yang hilang. Ia sempat mengeluarkan dompet korban dan menemukan kartu serta uang Rp 2 ribu. Dompet Wayan lalu dibawa David.

Saat sudah tidak ada lagi perlawanan dari korban, David lalu menyusul Sara yang pergi ke pinggir jalan. Di situ diketahui ada 2-3 orang. David lalu kembali masuk ke bibir pantai untuk mencari tas Sara dan menemukan botol yang akhirnya ia bawa untuk berjaga-jaga.

David juga sempat mengecek lagi kondisi Wayan. Ia membalik tubuh Wayan yang telungkup namun sudah tidak ada pergerakan. Kemudian David kembali lagi menghampiri Sara.

"(David) kembali ke Sara bilang, 'tasmu tidak kutemukan. Mari kita pulang'. Jadi mereka pulang ke penginapan, mereka mandi, besoknya berpindah ke Jimbaran," sebut Haposan.

Sejak awal ternyata David memang sudah mencurigai Wayan. Saat tengah berpacaran dengan Sara di pinggir pantai, kata Haposan, David melihat Wayan berjalan ke arah tempat tas Sara diletakkan.

"Tapi mereka lihat tidak sampai ke tas itu. Nah setelah mereka kurang lebih 10 menit di sana sama seperti pacaran pada umumnya mereka kembali tasnya nggak ada," jelas dia.

"Kehilangan tas itu intinya. Klien kami merasa menyesal terhadap apa yang dilakukan pada kejadian tanggal 17 dini hari," imbuh Haposan.

Tas Sara sendiri sudah ditemukan oleh pihak kepolisian dan ditunjukkan saat pemeriksaan. Sara mengaku kehilangan dompet dan uang sebesar Rp 3 juta.

David sempat tidak mengakui melakukan pembunuhan terhadap Wayan. Namun pada pemeriksaan Senin (22/8), David mengubah beberapa pernyataan yang dibuat pada BAP sebelumnya.
(elz/dha)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com