detikNews
Senin 01 Agustus 2016, 16:22 WIB

Inovasi Pendidikan di Pangkalpinang, Siswa Kerjakan Soal Berstandar ASEAN

Nur Khafifah - detikNews
Inovasi Pendidikan di Pangkalpinang, Siswa Kerjakan Soal Berstandar ASEAN Siswa SMA di Pangkalpinang mengerjakan soal (Foto: Nur Khafifah/detikcom)
Pangkalpinang - Seiring pesatnya perkembangan zaman, inovasi dan teknologi terus dikembangkan untuk memperluas ilmu pengetahuan. Internet menjadi hal wajib yang membantu memenuhi kebutuhan itu.

Menyadari hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang menyediakan akses internet gratis untuk seluruh sekolah dari TK hingga SMA/SMK. Sejak tahun 2010, seluruh sekolah di Pangkalpinang telah terpasang internet dengan jaringan Wide Area Network (WAN) maupun Local Area Network (LAN) berkapasitas 40 mbps yang berpusat di kantor Dinas Pendidikan.

"Sebetulnya sudah mulai dibangun jaringan internetnya tahun 2006. Setiap sekolah, secara bertahap kami pasang repeater untuk menangkap Wi-Fi dari kantor kami (Disdik Pangkalpinang). Tahun 2010 sudah terpasang semua," ujar Kadisdik Pangkalpinang Edison Taher saat ditemui di kantornya, kompleks perkantoran walikota Pangkalpinang, Girimaya, Pangkalpinang, Babel, Senin (1/8/2016).

Saat ini ada 178 sekolah di Pangkalpinang dari TK hingga SMA/SMK baik negeri maupun swasta. Semua sekolah telah memanfaatkan koneksi internet yang disediakan Disdik. Namun beberapa sekolah menambah sendiri kapasitas internet mereka sesuai kebutuhan.

"Baru Pangkalpinang yang seperti ini," ujar Edison.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

Sejak saat itu, sistem pembelajaran di Kota Pangkalpinang mulai bergeser ke IT. Masing-masing sekolah telah memiliki website yang dikelola oleh guru. Para siswa kalangan SMA/SMK mulai mengerjakan soal-soal melalui aplikasi pendidikan seperti Edmodo, Seameo dan Seamolec yang soalnya dibuat oleh guru-guru dari negara lain di ASEAN. Para siswa ada yang mengerjakannya dengan komputer sekolah, laptop atau smartphone. Mata pelajaran yang pernah diujikan adalah matematika dan ilmu pengetahuan alam.

"Siswa kita bisa mengikuti. Artinya pelajar di Pangkalpinang tidak kalah dengan pelajar di ASEAN," kata Edison.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

Bahkan beberapa sekolah telah memanfaatkan aplikasi tersebut untuk pembelajaran sehari-hari, seperti di SMA 1, SMA 2, SMA 3, SMK 1, SMK 2 dan sebagainya. Sekolah-sekolah tersebut juga menerapkan penerimaan siswa baru hingga ujian kenaikan kelas dengan sistem online. Selain itu, aplikasi online juga digunakan untuk mengerjakan tugas, melihat nilai hingga absensi yang dapat diakses langsung oleh orang tua.

"Era globalisasi kan era teknologi. Ini dimulai dari siswa, karena kalau orang dewasa akan lambat mentransfernya," kata Edison.

Atas inovasi-inovasi itu, pada tahun 2010 Disdik Kota Pangkalpinang meraih rekor Muri sebagai pemrakarsa dan penyelenggara internet secara serentak dengan peserta terbanyak. Kemudian pada tahun 2014 Walikota Pangkalpinang M Irwansyah meraih penghargaan Anugerah Kihajar dari Kemendikbud untuk kategori implementasi terbaik dalam pendayagunaan TIK.

Foto: Nur Khafifah/detikcom

(khf/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed