DetikNews
Jumat 29 Jul 2016, 14:15 WIB

Sekolah Kesatuan Bangsa Kebanjiran Pertanyaan Ortu Karena Disebut Terkait Gulen

Sukma Indah Permana - detikNews
Sekolah Kesatuan Bangsa Kebanjiran Pertanyaan Ortu Karena Disebut Terkait Gulen Kepala Sekolah Kesatuan Bangsa BBS Yogyakarta Ahmad Nurani (Foto: Sukma Indah Permana/detikcom)
Yogyakarta - SMP dan SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta membantah terkait dengan organisasi ulama Fethullah Gulen. Pihak sekolah yang kebanjiran pertanyaan juga akhirnya menyampaikan klarifikasi langsung ke setiap orang tua siswa.

"Orang tua siswa banyak yang tanya dan telpon ke saya. Kami lalu melalui WhatsApp menyampaikan penjelasan tadi pagi ke semua wali murid," ujar Kepala SMP dan SMA Kesatuan Bangsa Bilingual Boarding School Yogyakarta, Ahmad Nurani kepada wartawan di kantornya, Jalan Wates KM 10, Sedayu, Bantul, Jumat (29/7/2016).

Dalam penjelasan yang disampaikan melalui masing-masing wali kelas ke orang tua siswa itu disampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal. Tidak ada keterkaitan dalam bentuk apapun dengan Turki.

Apalagi soal keterkaitan sekolah dengan Fetullah Gulen, kata Ahmad, sekolahnya dijamin tak bermuatan politik apapun.

"Politik dalam negeri saja tidak, apalagi politik luar negeri," tuturnya.

Ahmad mengatakan, penjelasan yang disampaikan pihak sekolah bisa diterima dengan baik oleh semua orang tua murid. Sekolah ini telah memutus kerjasama dengan pihak Pasific Nations Social and Economic Development Association (PASiAD) sejak Juni tahun lalu.

Kerjasama dengan PASiAD saat itu juga dalam bentuk manajemen pendidikan. Beberapa fasilitas dari sekolah yang memiliki sekitar 300 murid ini juga berasal dari Turki misalnya guru, laboratorium dan beberapa meja kursi.

"Tapi setelah lepas dari PASiAD kami mencari guru sendiri. Saat ini ada 2 guru dari Turki dan 1 guru dari Amerika Serikat," imbuhnya.

Tak hanya menyampaikan klarifikasi kepada orang tua murid, Ahmad mengaku pihaknya berencana menempuh jalur hukum atas adanya rilis tersebut.

"Nanti bentuknya seperti apa akan kita bicarakan lagi. Masih dalam bentuk wacana kalau sekarang," ujar Ahmad.




(sip/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed