detikNews
Sabtu 25 Juni 2016, 16:05 WIB

Ini Bukan di Luar Negeri tapi di Malang, Kampung Warna-warni di Pinggir Kali

Muhammad Aminudin - detikNews
Ini Bukan di Luar Negeri tapi di Malang, Kampung Warna-warni di Pinggir Kali Foto: M Aminudin/detikcom
Malang - Ada yang menarik ketika melintas di Jembatan Brantas, Kota Malang. Permukiman di bantaran sungai, tepatnya di sisi timur jembatan, kini tampil menarik dengan cat warna-warni menghiasi genting sampai dinding rumah.

Warna cat yang mencolok menyita pandangan mata. Ada kuning, biru, pink, merah, hijau, dan beragam warna lainnya. Ini merupakan bagian dari program 'Jodipan Warna-Warni', salah satu produsen cat mewujudkan keinginan warga mengubah wajah perkampungan.

Foto: M Aminudin/detikcom

Parin, Ketua RW02, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, mengatakan, setidaknya ada 90 rumah bakal dilapisi cat warna-warni agar terkesan menarik dan menghilangkan kesan kumuh.

"Sesuai rencana akan ada 90 rumah yang dicat. Ini masih proses pengerjaan," jelas Parin kepada detikcom di kediamannya, Sabtu (25/6/2016).

Foto: M Aminudin/detikcom

Dia mengatakan, pengecatan merupakan keinginan warga mengubah penampilan kampung. Setuju atau tidak permukiman di bantaran sungai akan selalu dipandang sebagai kawasan kumuh. "Meski tidak terbuktikan, kalau kumuh. Anda bisa melihat sendiri. Apalagi kini sudah berganti warna baru yang bagus," aku dia.

Parin menjelaskan, wilayah RW 02 terdiri dari tiga RT, yakni 06,07, dan 08, yang dihuni kurang lebih 105 Kepala Keluarga (KK). Nantinya, semua atap serta dinding rumah akan dicat sesuai keinginan pemilik rumah.

Foto: M Aminudin/detikcom

"Awalnya ada konsep dari produsen cat dengan menentukan warnanya. Tetapi kemudian ditawarkan kembali kepada warga, warna apa saja yang diinginkan," aku dia.

Ditambahkan, bahwa produsen cat tidak hanya menyediakan bahan baku, melainkan juga menerjunkan pekerja. Jadi warga, bisa menunggu hasilnya. "Cat dan pekerja dari produsen. Warga hanya tentukan warna yang diinginkan," tambah dia.

Foto: M Aminudin/detikcom

Parin sendiri menampik anggapan permukiman warga di bantaran Kali Brantas tersebut liar. Dirinya sendiri sudah berpuluh-puluh tahun tinggal dan menetap berdampingan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). "Liar gimana mas, lha wong kita sudah bertahun-tahun disini," katanya dengan nada tinggi.

Sayangnya, perubahan pada warna dinding serta genting permukiman di bawah jembatan Kali Brantas hanya dilakukan di sisi selatan aliran sungai. Padahal, pemukiman cukup padat di kawasan tersebut, baik di sisi utara sungai maupun sebelah barat jembatan.

Di negara lain, ada beragam permukiman warna-warni. Misalnya di St John, Newfoundland, Kanada. Pusat kota St John ini berjuluk 'Jellybean Row' karena menyerupai labirin dengan barisan rumah bergaya Victoria seperti terlihat di foto bawah ini.

Kawasan St John, Kanada (Foto: detikTravel)


Ada juga Cinque Terre, Italia. 5 Desa di wilayah ini dicat dengan warna pastel yang cantik. Wilayah ini dicatat sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Banyak turis dan selebriti dunia yang berlibur menenangkan diri di tempat tersebut.

Kawasan warna-warni Cinque Terre, Italia (Foto: dok detikTravel)

(ugik/trw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed