detikNews
Rabu 08 Juni 2016, 14:09 WIB

Sidang Kasus Suap Proyek Infrastruktur

Kode Suap Damayanti: Bajunya Sudah Bisa Diambil Jahitannya

Dhani Irawan - detikNews
Kode Suap Damayanti: Bajunya Sudah Bisa Diambil Jahitannya Foto: Dhani Irawan/detikcom
Jakarta - Direktur PT Windhu Tunggal Utama (PT WTU) Abdul Khoir juga memberikan uang kepada Budi Supriyanto untuk kepentingan proyek jalan di Maluku. Pemberian uang itu diatur oleh Damayanti Wisnu Putranti.

Hal itu disampaikan penuntut umum KPK yang tertuang dalam surat dakwaan Damayanti di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor), Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016). Damayanti mempercayakan pemberian duit itu melalui Dessy Ariyati Edwin dan Julia Prasetyarini alias Uwi.

"Pada awal bulan Januari 2016, Dessy dan Julia beberapa kali menghubungi Abdul Khoir guna menanyakan realisasi penyerahan fee milik Budi Supriyanto. Selanjutnya Abdul Khoir memerintahkan Erwantoro menyiapkan uang sejumlah Rp 4 miliar untuk ditukarkan dalam bentuk dollar Singapura sejumlah SGD 404 ribu," kata jaksa KPK Iskandar Marwanto dalam persidangan.

Penyerahan uang dari Abdul Khoir pun dilakukan pada 7 Januari 2016 di daerah Blok M, Jakarta Selatan. Setelah penyerahan duit, Dessy pun melapor ke Damayanti dengan kode 'Tadi sudah ketemu, bajunya udah pada bisa diambil jahitannya', seperti tertuang dalam surat dakwaan.

"Yang dijawab oleh terdakwa 'Oh ya ya ya. Paham'. Keesokan harinya Julia menyampaikan pada terdakwa 'Mbak Yanti, dari Mas Dul sudah ada, mohon arahannya Mbak' yang dijawab terdakwa ' Ya, minta tolong dihitung, yang penting Mas Budi enem (enam) dari seket (lima puluh) ya, nanti sisanya kita bagi bertiga'," ujar jaksa.

Lalu duit dari Abdul Khoir itu dibagi-bagi. Bagian untuk Budi Supriyanto sebesar SGD 305 ribu, sedangkan sisanya yaitu SGD 99 ribu dibagi tiga untuk Damayanti, Dessy, dan Julia.

Kemudian, uang sejumlah SGD 305 ribu itu diberikan kepada Budi Supriyanto di sebuah restoran di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Julia yang diberi tugas memberikan duit itu memasukkannya ke dalam kantong plastik warna hijau pada tanggal 11 Januari 2016.

Lalu pada 13 Januari 2016, Julia menyerahkan duit untuk Damayanti melalui Leny Mulyani dan Sahyo Samsudin alias Ayong, yang merupakan orang suruhan Damayanti, di daerah Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 02.00 WIB. Lalu, pada siang harinya, Dessy menjemput Julia di daerah yang sama.

Julia lalu memberikan uang bagian Dessy di dalam mobil. Kemudian pada malam harinya, Damayanti, Dessy, Julia, dan Abdul Khoir beserta barang buktinya diamankan KPK melalui operasi tangkap tangan.

Damayanti pun didakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Sementara untuk dakwaan kedua, Damayanti didakwa melanggar Pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.
(dha/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com