detikNews
Sabtu 21 Mei 2016, 11:22 WIB

Chappy Hakim: Pertumbuhan Penumpang Harus Diiringi Peningkatan Pelayanan

Rina Atriana - detikNews
Chappy Hakim: Pertumbuhan Penumpang Harus Diiringi Peningkatan Pelayanan Foto: Rina Atriana/detikcom
Jakarta - Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim menilai maskapai penerbangan di Indonesia terlalu sibuk pada penambahan penumpang. Sisi lain, kesiapan SDM dan infrastruktur seakan dikesampingkan.

"Kalau kita ini hanya fokus pada satu sektor, kita tidak bisa maju secara sektoral. Kita bangga sekali dengan pertumbuhan penumpang, artinya pertumbuhan ekonominya tinggi," kata Chappy dalam diskusi 'Ada Apa dengan Bandara Kita?' di Gado Gado Boplo, Jalan Gereja Teresia, Jakarta Pusat, Sabtu (21/5/2016).

Terkait over kapasitas tersebut, Chappy lantas membahas mengenai Bandara Soekarno Hatta yang sudah tak sesuai kapasitasnya lagi. Pesawat yang akan naik maupun turun harus menunggu sekitar 30 menit sampai 1 jam akibat padatnya jadwal.

"Harus ada antisipasi peningkatan pelayanan, dan ini harus berjalan bersama-sama. Selalu fokus pada pertumbuhan penumpang inilah yang kita lihat sekarang," ujar Chappy.

Over kapasitas yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta menyebabkan pelayanan terhadap penumpang tidak maksimal. Chappy mengusulkan pemerintah dapat memaksimalkan aerodrome (bandar udara) yang sudah ada untuk menunjang fungsi dari bandara Cengkareng.

"Bagaimana mengembangkan aerodrome-aerodrome yang sudah ada. Aerodrome aerodrome mana yang akan dikembangkan. Sekarang ini banyak bupati dan gubernur mengharapkan jadi international airport. Tidak bisa kayak gitu. Harusnya ada masterplan," tutur Chappy.

"Hal ini juga terkait security dan prosperity. Tugas pemerintah bagaimana seberapa besar difokuskan kepada security dan prosperity. Kalau tidak berdiri sama tinggi dengan negara-negara lain, air transportation kita akan ketinggalan. Jangan terlena," jelasnya.

Chappy menambahkan, lebih dari 50 persen perputaran uang dari industri penerbangan Indonesia dinikmati oleh orang di luar negeri. Sementara Indonesia sendiri masih terlalu fokus pada penambahan penumpang.

"Kita terlalu fokus pada pertumbuhan penumpang, mendatangkan pesawat baru, kita lupa bangunan dan SDM yang harus kita siapkan," imbuhnya.
(rna/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com