DetikNews
Rabu 11 Mei 2016, 14:47 WIB

Panitia SNMPTN 2016: Kepsek SMAN 3 Semarang Sembrono yang Disalahkan Panitia

Nograhany Widhi K - detikNews
Panitia SNMPTN 2016: Kepsek SMAN 3 Semarang Sembrono yang Disalahkan Panitia Pengumuman SNMPTN 2016 Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
FOKUS BERITA: Musibah SNMPTN Siswa
Jakarta - Terjawab sudah mengapa ratusan siswa SMAN 3 Semarang tak lolos SNMPTN 2016. Ada nilai dalam database siswa yang tak terisi. Kepala sekolah dinilai sembrono.

"Kalau satu-dua orang (tak memasukkan nilai) itu kesalahan anaknya. Kalau mayoritas itu pihak sekolahnya, kepala sekolah terlalu percaya pada adminnya, tidak dicek," ujar Ketua Panitia SNMPTN 2016, Prof Dr H Rochmat Wahab, MPd, MA saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (11/5/2016).

Rochmat menambahkan bahwa tidak lolosnya ratusan SMAN 3 Semarang dalam SNMPTN 2016 bukan karena sistem SKS yang dipakai oleh SMAN 3 Semarang. Sebab, formulir seleksi SNMPTN berdasarkan Pangkalan Data Sekolah & Siswa (PDSS) online, ternyata ada nilai yang tidak terisi. Padahal seleksi SNMPTN itu berdasarkan PDSS yang berisikan riwayat nilai rapor siswa dari tahun pertama hingga tahun terakhir siswa.

"Kepala sekolahnya itu yang tidak memanage dengan baik. Bukan karena SKS-nya, buktinya ada yang memakai sistem SKS bisa lulus. Mereka (SMAN 3 Semarang) menyalahkan. Yang jelas mereka nggak mengikuti apa yang harus diisi," jelas dia.

Tanggung jawab pengecekan PDSS menurut dia, terletak di tangah sekolah.

"Ini pelajaran buat semua, sekolah tidak boleh sembrono," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, SNMPTN adalah seleksi yang memakai komputer dan sistem berdasarkan PDSS online. PDSS ini memuat data-data siswa, termasuk riwayat nilai rapor dari tahun pertama hingga tahun terakhir siswa.

Sekolah diharuskan memiliki database siswa hingga riwayat nilai rapornya dan mengunggahnya ke sistem yang dinamakan PDSS online. Dari sistem ini, tiap siswa akan memperoleh password yang berbeda dan kemudian password ini dibagikan dari sekolah ke siswa.

Melalui password yang dimiliki, siswa memverifikasi data dan kemudian mendaftar SNMPTN memilih 2 jurusan dari 2 PTN, salah satu PTN harus berada di kota asal siswa. Siswa juga diminta mengunggah fotonya, kemudian siswa nanti akan mendapatkan kartu tanda pendaftaran.

Kepala sekolah memberikan rekomendasi pada setiap siswa yang mendaftar. Bagi yang mendaftar di cabang olahraga dan seni, harus pula mengunggah portofolio karya dan prestasinya. Proses seleksi berdasar data-data akademis selama bersekolah di SMA itu.
(nwk/try)
FOKUS BERITA: Musibah SNMPTN Siswa
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed