Jelang Munaslub Golkar

Isu Menteri 'Catut' Jokowi Dukung Novanto, JK: Presiden Sangat Marah

Ferdinan - detikNews
Selasa, 10 Mei 2016 11:39 WIB
Foto: JK di JCC Senayan (Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tidak pernah memberikan dukungan politik bagi salah satu calon ketum Partai Golkar. JK menyebut Presiden Joko Widodo marah besar karena  namanya dikabarkan dicatut memberi dukungan untuk Setya Novanto.

"Presiden sangat marah akibat dikatakan begitu. Jadi itu sama sekali tidak benar," ujar JK usai memberikan kuliah umum dalam rangka HUT ke 49 Perum Bulog, Jl Gatot Subroto, Selasa (10/5/2016).

Kemarahan Jokowi disampaikan kepada JK yang melakukan komunikasi langsung pada Senin (9/5). Kepada JK, Jokowi menegaskan, tidak pernah mendukung salah satu caketum Partai Golkar. Pemerintah menurut JK juga tidak pernah melakukan intervensi dalam Munaslub Golkar yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-17 Mei di Bali.

"Kemarin presiden menegaskan saya bicara berdua lama ingin memberikan pesan bahwa sama sekali presiden itu tidak berpihak dan tidak mengunggulkan siapapun untuk Golkar itu, sama sekali tidak. Alasannya pertama Pak Jokowi itu bukan anggota Golkar," terang JK.

Pemerintah sambung JK juga tidak pernah melakukan intervensi dengan menggunakan jajaran di struktur pemerintahan termasuk melalui TNI dan Polri.

"(Pemerintah) tidak ingin mengembalikan lagi cara orde baru untuk pemerintah atau pejabat pemerintah itu mendukung seseorang apalagi dengan cara memerintahkan aparat," ujar JK.

Saat kabar berembus soal menteri yang 'menjual' nama Presiden Jokowi, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penjelasan. Nama Luhut disebut-sebut pernah mengumpulkan pengurus DPD Golkar untuk memuluskan pencalonan Novanto, namun kabar ini dibantah.

"Saya tidak pernah kumpulin DPD, jangan keliru ya," kata Luhut saat ditanya soal isu itu di Kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (9/5).

Meski begitu Luhut tidak membantah ada sejumlah pengurus DPD yang menghubunginya. Sebagai salah satu senior Partai Golkar yang duduk di eksekutif, Luhut diminta memberi penjelasan soal sikap pemerintah di Munaslub Golkar.

"Ada beberapa DPD yang datang ke saya menanyakan bagaimana sikap Pemerintah," katanya.

Kabar yang beredar Luhut akan mengumpulkan sejumlah DPD I dan menegaskan dukungan atas nama Presiden Joko Widodo terhadap Setya Novanto. Para DPD I kabarnya akan dikondisikan untuk memilih mantan Ketua DPR RI tersebut. Luhut menepis isu itu.

"Sikap Pemerintah jelas, kita mendukung pelaksanaan munaslub di Bali tanggal 15 Mei 2016," tegas Luhut.

Pada Senin (9/5) sejumlah pengurus DPD Golkar bertemu di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jaksel. Ketua DPD I Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae mengatakan pertemuan hanya membahas harmonisasi antar pengurus daerah.

Namun Ridwan membantah pertemuan tersebut atas koordinasi Luhut. "Tidak. Ini inisiasi DPD I murni," sambungnya. (fdn/van)