DetikNews
Selasa 03 May 2016, 10:12 WIB

Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi di Jalan Nasional Selama 5-6 Mei

Mei Amelia R - detikNews
Kendaraan Berat Dilarang Beroperasi di Jalan Nasional Selama 5-6 Mei Ilustrasi kemacetan di tol (Foto: Lamhot Aritonang/detikFoto)
Jakarta - Mengantisipasi kemacetan saat libur panjang 4-8 Mei, kendaraan berat diminta untuk tidak beroperasi pada jalan nasional dan jalan menunju kawasan objek wisata. Truk dilarang beroperasi pada tanggal 5-6 Mei terutama pada jam-jam sibuk.

"Terkait pembatasan jam operasional truk atau kendaraan berat, dari Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan sudah ada surat edarannya, bahwa pada tanggal 5-6 Mei truk diimbau untuk tidak beroperasi terutama pada jam-jam macet," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan, Selasa (4/5/2016).

Tidak dituliskan jam-jam pelarangan operasional kendaraan berat itu, yang ada hanya dilakukan pada saat terjadinya peningkatan kemacetan.

Kebijakan terkait sebut tertuang dalam surat edaran Kemenhub Dirjen Hubungan Darat bernomor SE.04/AJ.201/DRJD/2016 tentang Pengawasan dan Pengendalian Transportasi Jalan pada Saat Libur Kenaikan Isa Almasih dan Isra Mi'raj pada tanggal 5-6 Mei, yang dikeluarkan pada tanggal 25 April 2016.

Berikut isi surat edaran tersebut yang beredar di kalangan wartawan:

1. Mengantisipasi libur panjang tanggal 5-6 Mei, bertepatan dengan hari Kenaikan Isa Almasih dan Isra Mi'raj perlu dilakukan pengawasan pengendalian arus lalu lintas pada tanggal tersebut untuk terwujudnya lalu lintas yang berjalan tertib dan lancar.

2. Pengawasan meliputi hal-hal terkait dengan aspek-aspek keselamatan, pelayanan dan keamanan pada sarana dan prasarana transportasi jalan. Pengendalian meliputi pembatasan operasional angkutan barang dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas terhadap potensi kepadatan lalu lintas jalan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

3. Pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dilakukan pada jalan nasional dan jalan menuju lokasi wisata pada wilayah masing-masing dengan menyediakan jalur alternatif yang dapat dilalui atau penggunaan penggal/ruas jalan tertentu untuk kantong parkir sementara apabila terjadi kemacetan di ruas jalan yang bersangkutan.

4. Pelaksanaan manajemen dan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan saling bersinergi antara Dinas Perhubungan dengan Kepolisian RI untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

5. Berkoordinasi dengan pengelola jalan tol terkait pelarangan operasional angkutan barang yang masuk jalan tol pada waktu-waktu terjadinya peningkatan arus lalu lintas di jalan tol.

6. Berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam (misal tanah longsor, jembatan putus dan pohon tumbang).

7. Menyiagakan personel Dinas Perhubungan pada jalan yang berpotensi terjadi kepadatan arus lalu lintas di wilayah masing-masing.

8. Melaporkan hasil pelaksanaan pengawasan dan pengendalian transportasi jalan secara berkala kepada Menteri Perhubungan melalui Direktur Jenderal Perhubungan Darat.
(mei/hri)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed