detikNews
Kamis 28 April 2016, 15:44 WIB

Di Rapat, Jokowi: Saya Tak Ingin Lagi Dengar Keluhan Soal Pelayanan Publik!

Jurig Lembur - detikNews
Di Rapat, Jokowi: Saya Tak Ingin Lagi Dengar Keluhan Soal Pelayanan Publik! Foto: Windra Purnomo
Jakarta - Saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden sore ini, Presiden Joko Widodo mengkritik beberapa menterinya terkait pelayanan publik yang masih berbelit dan tak jarang ada pungli. Jokowi mengatakan akan mengecek langsung kondisi itu di lapangan.

"Saya mau mungkin pada bulan-bulan depan saya masuk ke tempat-tempat ini, meskipun beberapa saya sudah tahu masalah-masalah di situ apa," ucap Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas di kantor Presiden, Jakarta, Kamis (28/4/2016).

Hadir Menko Perekonomian Darmin Nasution, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Menristek Dikti Nasir, Mendes Marwan Jafar, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said dan lainnya.

Beberapa masalah yang dibeberkan Jokowi dalam rapat itu adalah pengurusan paspor, KTP, sertifikasi tanah, SIM, STNK, BPKB, akte kelahiran hingga akte nikah. Jokowi menyebut pelayanannya lama dan harus diperbaiki.

"Saya tidak ingin lagi mendengar keluhan-keluhan rakyat mengenai pelayanan publik yang berkaitan dengan lamanya pelayanan, dioper sana sini, berbelit-belit, tidak jelasnya waktu, tidak jelasnya biaya. Saya kira ini semuanya harus hilang. Kurangi sebesar-besarnya dan hilang," kata Jokowi.

"Kemudian praktek-praktek percaloan, pungli dan lain-lain ini juga sama harus hilang," imbuhnya dengan nada tegas.

Menurut Jokowi, reformasi pelayanan publik betul-betul tidak bisa ditunda lagi dalam situasi kompetisi, persaingan antar negara, dan investasi. Dari atas sampai bawah, hulu hingga hilir semuanya harus segera diselesaikan, terutama berkaitan dengan kehidupan masyarakat di bawah.

"Saya akan membentuk tim khusus yang saya akan pakai untuk mencari data-data mengenai ini, tempatnya maupun yang berkaitan dengan praktek-tempat yang tadi saya sampaikan," terang Jokowi.

"Ini harus diperbaiki dan harus diubah. Semuanya pelayanan harus berbasis yang pake 'e' elektronik. Gampang diakses dari manapun, cepat, kepastian biaya jelas, karena apapun lebih mudah dengan menggunakan teknologi informasi," tegasnya.
(miq/tfq)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed