DetikNews
Kamis 24 Maret 2016, 03:40 WIB

Heli TNI Jatuh Di Poso

Danrem Tadulako Dijabat Sementara oleh Waaspam KSAD Brigjen Ilyas Harahap

Elza Astari Retaduari - detikNews
Danrem Tadulako Dijabat Sementara oleh Waaspam KSAD Brigjen Ilyas Harahap Foto: Blog Korem Todulaku
Jakarta - Komandan Korem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar menjadi salah satu korban jatuhnya Heli di Poso. Kini jabatan Danrem Tadulako diisi sementara oleh Wakil Asisten Pengamanan KSAD Brigjen Ilyas Alamsyah Harahap.

"Danrem Tadulako dijabat sementara oleh Waaspam KSAD," ungkap Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/3/2016) malam.

Waaspam KSAD Brigjen Ilyas Harahap dipilih untuk menjadi Pejabat Sementara menggantikan almarhum Kolonel Saiful Anwar karena sebelumnya pernah menjadi Danrem Tadulako pada tahun 2014. Soal Ilyas yang diminta menjadi pejabat sementara ini disebut Berlin disampaikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat meninjau lokasi jatuhnya heli TNI di Poso.

"Disampaikan juga oleh Panglima TNI saat di Poso. Waaspam KSAD pernah menjadi Danrem di Palu itu makanya menggantikan sementara," jelasnya.

Pihak TNI sendiri belum merilis siapa yang akan menggantikan almarhum Saiful Anwar sebagai Danrem Tadulako. Insiden kecelakaan helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP tersebut terjadi pada Minggu (20/2) dan menewaskan 13 kru dan penumpangnya.

Sehari setelahnya, Panglima TNI meninjau lokasi jatuhnya heli di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso Sulawesi Tengah. Gatot menyebut kehadirannya ke Poso atas instruksi langsung Presiden Joko Widodo.

"Saya berada di sini atas perintah Presiden. Presiden memerintahkan saya datang ke sini, mewakili beliau turut berduka cita atas terjadinya musibah tersebut," ujar Gatot saat berada di Poso seperti tertulis dalam keterangan Puspen TNI, Senin (21/3).

Dalam kesempatan itu, Gatot menyebut Danrem Tadulako almarhum Kolonel Syaiful berangkat dari Palu ke Napu untuk menghadiri pertemuan membahas perkembangan situasi di Poso. Seharusnya Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Rudy Sufahriadi sebagai pengendali Operasi Tinombala juga ikut dalam pertemuan namun tidak bisa ikut berangkat karena ada kunjungan Komisi III DPR RI ke Palu.

"Danrem Tadulako beserta  rombongan sebanyak 13 personel, berangkat ke Poso pada pukul 17.15 WITA. Tapi karena cuaca buruk hujan lebat dan angin kencang, setelah heli terbang selama sekitar 20 menit, heli pun jatuh," terang Panglima TNI.

Operasi Tinombala merupakan operasi gabungan TNI-Polri dalam rangka mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso. Sebanyak 13 korban heli telah dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta, dan mendapat kenaikan pangkat.
(elz/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed