detikNews
2016/03/08 10:09:11 WIB

Korupsi di RI, Dari Nilep Honor Penggali Kubur hingga Jualan Putusan

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 3
Korupsi di RI, Dari Nilep Honor Penggali Kubur hingga Jualan Putusan Ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta -
Gurita korupsi telah menjalar ke segala lapisan masyarakat dengan beragam profesi. Uang yang dikorup dari bilangan jutaan rupiah hingga triliunan rupiah. Terakhir, Mahkamah Agung (MA) memutus dua PNS DKI yang menilep honor penggali kubur.

Berdasarkan catatan detikcom, Senin (8/3/2016), korupsi tersebut beragam, baik yang merugikan keuangan negara secara langsung atau jualan jabatan sebagai pejabat negara. Berikut beberapa di antaranya:

1. Korupsi Honor Penggali Kubur
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudin Pemakaman Jakbar, Hermanto Tulus Abadi dan Bendahara Sudin Pemakaman Jakbar, Kuwat menyunat honor penggali kubur 2010-2011. Honor penggali kubur sejatinya Rp 300 ribu per lubang, tetapi yang diserahkan hanya Rp 200 ribu. Hermanto lalu dibui 2,5 tahun penjara dan Kuwat selama 2 tahun penjara.



2. Korupsi Rakyat untuk Orang Miskin

Di Garut, Jawa Barat, beras untuk orang miskin juga dikorup pada 2012. Kades Cibiuk Kidul, Agus Suganda (46), Kades Cibiuk Kelar, Asep Gojali (44), Kades Majasari, Tatang Koswara (58), Kades Cipareuan, Ata Sutisna (57) mengkorup dana raskin untuk warga miskin setempat dengan jumlah bervariasi. Para kades itu lalu mengantongi uang hasil korupsi bervariasi, dari Rp 40 juta hingga Rp 50 juta. Para kades itu lalu dihukum bervariasi dari 1 tahun hingga 2,5 tahun penjara.



3. Korupsi Biskuit untuk Bayi Gizi Buruk

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Agus Takaria diadili karena memark up dana biskuit untuk bayi guzu buruk di wilayahnya. Biskuit dan gula satu paket seharusnya dibeli Rp 3 ribuan, tetapi oleh Agus dinaikkan menjadi Rp 13 ribu. Negara dirugikan miliaran rupiah di kasus ini. Mahkamah Agung (MA) menghukum Agus selama 4,5 tahun penjara.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com