detikNews
Kamis 03 Maret 2016, 15:36 WIB

Misteri Sampah Kabel yang Memicu Genangan di Ring 1

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Misteri Sampah Kabel yang Memicu Genangan di Ring 1 Sampah Plastik Bungkus Kabel (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Pada Selasa, 9 Februari 2016 sejumlah ruas jalan di ring 1 Ibu Kota tergenang. Di Jalan Medan Merdeka Utara tempat Istana Negara berlokasi, genangan mencapai 25 sentimeter dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Di Jalan MH Thamrin tepatnya di depan gedung Sarinah juga terjadi genangan air setinggi 20 sentimeter.

Baca juga: Jalan Medan Merdeka Utara Tergenang Air

Genangan di seputar pusat pemerintahan ini sempat membuat Gubernur Ahok heran. Pasalnya setelah kawasan Istana sempat tergenang pada 2015 lalu, Pemprov DKI langsung memperbaiki sistem drainase di seputaran Istana. Endapan lumpur yang menghambat laju air sudah diangkut agar ring 1 di seputar Istana Negara tak terendam.    


medan merdeka utara tergenang air (Foto: @NTMCPolri


Hingga akhirnya pada 23 Februari 2016 muncul genangan di Jl Medan Merdeka Selatan tepatnya di depan Kedubes AS hingga Balai Kota Jakarta. Esok harinya Sudin Tata Air mencari sumber genangan dengan menginspeksi selokan di jalan itu. Mereka berhasil menemukan bungkus kabel dalam jumlah banyak.

Pada 26 Februari, Gubernur Ahok mengungkapkan temuan tersebut setelah wartawan bertanya mengapa Jl Medan Merdeka Selatan masih tergenang.

"Ini memang kalau (Medan Merdeka) Selatan tenggelam itu rata-rata karena kabel, saya kasih kalian lihat soal kabel. Ini gila-gilaan ini, ada tumpukan kabel di Merdeka Selatan," kata Ahok sambil memperlihatkan foto tumpukan bungkus kabel tersebut di ponselnya.

Hari-hari selanjutnya Dinas Tata Air bersama pekerja harian lepas (PHL) yang disebut "Pasukan Biru" terus bekerja  mengangkut timbunan sampah bungkus kabel yang menjuntai-juntai bak ular besar itu.

Dalam sepekan yakni sejak Rabu 24 hingga 29 Februari 2016, sampah bungkus kabel yang berhasil diangkut dari empat titik got di Jl Medan Merdeka Selatan mencapai 9 truk. Bukan pekerjaan mudah untuk mengangkat sampah kabel itu dari got.

Petugas harus masuk ke dalam got berlumpur dan gelap. Mereka harus menggunakan senter dan meraba-raba permukaan air untuk mencari sampah bungkus kabel. Bila ditemukan ada gundukan petugas langsung mengangkutnya.

"Ini yang bikin macet (tersumbat) nih," ujar salah satu petugas sambil menunjukkan bungkus kabel hitam yang cukup panjang kepada detikcom, Selasa, 1 Maret 2016 lalu.

Hari berganti, bungkus kabel semakin banyak ditemukan. Per tanggal 3 Maret jumlahnya sudah 17 truk. Timbunan sampah bungkus kabel di ring 1 pun membuat Ahok meminta militer turut membantu. Hari ini 12-an anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmabar TNI Angkatan Laut turut berperan serta mengeruk "sampah tak logis" yang butuh waktu seabad untuk terurai itu.

Pasukan Katak mulai bekerja pukul 09.45 masuk dari pintu air anak sungai Ciliwung di jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Kamis (3/3/2016). Mereka mengecek dan membersihkan gorong-gorong dari sampah bungkus kabel. Dari Jl Abdul Muis, mereka akan mengarah ke got di sekitar Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara.


Pasukan Katak menyusuri Got di Dekat Istana. (Foto-Aditya Fajar/detikcom)


Lalu siapa yang membuang kabel di seputar Istana Negara?

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyebut ada beberapa kemungkinan soal sampah bungkus kabel di seputar Istana Negara.

"Ada beberapa isu yang muncul, bisa saja itu barang lama, dibangun, dipasang di jalur itu kemudian tidak dipakai lagi karena dibangun jalur baru," kata Tito Karnavian kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (3/3/2016).



Menurut dia, pemilik menggunakan jalur baru namun tidak mengangkat kabel lama karena ongkosnya akan lebih tinggi.

Adapun Ahok tak mau pusing. Yang terpenting dilakukan saat ini adalah mengangkut sampah bungkus kabel dan lumpur yang menyumbat saluran di ring 1 dan membuat seputar Istana Negara tergenang saat hujan.


(erd/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed