DetikNews
Minggu 14 Feb 2016, 04:07 WIB

Menteri Desa Minta Mahasiswa Awasi Penggunaan Dana Desa

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Menteri Desa Minta Mahasiswa Awasi Penggunaan Dana Desa Menteri Desa Marwan Jafar (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Makassar - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar meminta mahasiswa turut berpartisipasi dalam pengawasan penyaluran Anggaran Dana Desa (ADD). Partisipasi tersebut diharapkan bisa terwujud dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan di desa-desa.

Hal ini disampaikan Marwan dalam 'Accounting Day' yang turut dihadiri puluhan Kepala Desa di Sulawesi Selatan, di Auditorium Prof Ahmad Amiruddin, Universitas Hasanuddin, Makassar, Sabtu (13/2/2016).

"Kementerian desa sudah membuat wadah berupa forum universitas untuk desa membangun Indonesia. Arahnya agar hasil penelitian di kampus bisa diaplikasikan ke desa, agar hasil penelitian itu jangan mubazir dan tidak aplikatif. Mari kita padukan teori dengan praktik untuk pembangunan desa," tegas Marwan.

Pada bagian akhir, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengajak para mahasiswa bersiap kembali ke desa. Melakukan KKN ke desa, dan bila perlu buat desa-desa binaan sebagai bentuk pengabdian pada masyarakat sambil belajar.

"Apakah para mahasiswa siap kembali ke desa?" teriak Marwan yang langsung dijawab 'siap' oleh mahasiswa secara serentak.

Dalam dialog ini pula Marwan memaparkan data BPS di akhir 2015, yang menyebut rasio kesenjangan sosial di desa tahun 2015 menurun menjadi 0,27 persen dari sebelumnya 0,33 persen. Sedangkan di kota nilai kesenjangannya makin lebar, yakni menjadi 0,47 persen. Perbedaan ini menurut Marwan turut dipengaruhi adanya dana desa sebagai pemacu pembangunan di desa-desa.

Menteri Marwan menjelaskan, 98,7 persen dana desa tahun 2015 sudah dicairkan dan pemakaiannya pun sudah bagus. Padahal pada awalnya banyak pihak yang memandang pesimis dan curiga penggunaan dana desa bakal menyimpang dari tujuannya. Di era pemerintahan Jokowi-JK, dana transfer ke daerah dari kas negara sudah mencapai Rp770 triliun.

"Pernah ada pengamat memprediksi bahwa dana desa akan bocor dalam kisaran 30-40 persen. Tapi alhamdulillah kenyataannya rentang yang melencengnya 6-7 persen. Ini pun karena ketidaktahuan masyarakat dalam pembuatan laporan kekuangan desa. Bukan karena dikorupsi atau kejahatan," tandas Marwan.

Usai menghadiri diskusi di kampus Unhas, Mendes Marwan meninjau pembangunan irigasi yang menggunakan dana desa di Desa Tenrigangkae, Kec. Mandai, Kab. Maros, Sulawesi Selatan.
(mna/rna)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed