detikNews
Jumat 05 Februari 2016, 12:52 WIB

Gerhana Matahari Total Di Indonesia

Prangko Khusus Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia

Rachmadin Ismail - detikNews
Prangko Khusus Gerhana Matahari Total 2016 di Indonesia Foto: dok. PT Pos Indonesia
Jakarta - PT Pos Indonesia segera meluncurkan prangko edisi khusus Gerhana Matahari Total 2016. Jumlah prangko ini terbatas. Bagaimana penampakannya?

Manajer Filateli PT Pos Indonesia Tata Sukiarta menerangkan, pemerintah merencanakan prangko khusus sejak tahun lalu. Rencananya, peluncuran resmi prangko bakal dilakukan pada 23 Februari mendatang.

detikcom sempat mengintip bentuk prangko tersebut saat disampaikan pada saat rapat Panitia Nasional Gerhana Matahari Total 2016 di kantor LAPAN Bandung, Jabar, Kamis (4/2) kemarin. Tata mengatakan, desain prangko tersebut dibuat oleh tim dari Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sudah mendapat persetujuan Menkominfo Rudiantara.

"Peluncuran rencananya akan dilakukan di Observatorium Bosscha Lembang. Kami akan mengedakan press conference. Ini bisa jadi koleksi menarik bagi para kolektor," kata Tata.

Dok PT Pos Indonesia


Ada dua desain yang ditunjukkan oleh Tata. Pertama, gambar gerhana matahari dengan nuansa gelap ditambah bakcground khas Indonesia. Dalam desain tersebut, ada juga ilustrasi legenda Batara Kala yang sedang memakan matahari.
 
Desain kedua, nuansanya hampir sama, namun ditambahkan dengan gambar-gambar khas Indonesia lainnya, seperti pegunungan dan pesawahan. Gambar gerhana matahari total tetap jadi ciri khas utama.

Rencananya, PT Pos juga akan menyediakan kartu pos khusus gerhana. Jumlah prangko dan kartu pos ini sangat terbatas dan akan disebar mulai tanggal 23 Februari mendatang.

"Terakhir kali kami membuat kartu pos gerhana pada tahun 1983 lalu. Jadi ini sangat menarik dan layak dikoleksi," ucap Tata.

Perusahaan Umum Pos dan Giro (sekarang PT Pos Indonesia) pada 1983 mengeluarkan seri prangko gerhana matahari total. Ada dua prangko dalam seri ini, pertama yang berwarna dominan coklat dan bergambar peta jalur lintasan gerhana dan gerhana matahari total dihargai Rp 110. Lalu yang kedua berwarna dominan biru muda dengan gambar peta Indonesia dan jalur lintasan gerhana. Prangko versi biru ini mencantumkan harga Rp 275.

Pada peluncuran prangko ini, Perum Pos mengeluarkan sampul hari pertama dengan gambar jalur gerhana matahari total pada peta Indonesia. Ada penanggalan 11 Juni 1983 dan gambar gerhana matahari total.

(Baca juga: Kisah Prangko Gerhana dan Batara Kala Masuk Kantor Pos)

Uniknya, Perum Pos juga mengubah desain stempel yang dipakai buat cap prangko. Stempel dibuat bergambar batara kala tengah menelan matahari.

Prangko tersebut kini hanya ada di tangan kolektor dan penjual. Di dunia maya, prangko gerhana ditawarkan dengan harga bervariasi. Ada yang memasang harga Rp 100 untuk prangko bekas pakai, tapi ada juga yang meminta Rp 50.000 untuk yang belum pernah dipakai.

Gerhana Matahari Total di Indonesia menjadi daya tersendiri di tahun 2016. Pemerintah memperkirakan akan ada lima juta wisatawan lokal yang menikmati gerhana 2016 di 11 lokasi di Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menargetkan 100 ribu turis gerhana dari mancanegara datang menyaksikan di Indonesia. Lewat promosi Kemenpar, saat ini hunian hotel di lokasi-lokasi tersebut sudah nyaris terisi penuh.



Ilustrasi : Mindra Purnomo/detikcom

(mad/slh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com