DetikNews
Jumat 05 Feb 2016, 01:38 WIB

Pasar Semawis Semarang Dibuka Lagi, Bisa Selfie Bareng Sun Go Kong

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pasar Semawis Semarang Dibuka Lagi, Bisa Selfie Bareng Sun Go Kong Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Menyambut Tahun Baru Imlek 2567, Pasar Imlek Semawis kembali digelar di pecinan tepatnya ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur, Semarang. Pembukaan pun dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang memakai kemeja merah dengan motif ala Negeri Tirai Bambu.

"Kulo niki dandan ngene seko omah koyo ngene (saya ini pakai pakaian seperti ini dari rumah). Serius," kata Ganjar mengawali sambutannya, Kamis (4/2/2016) malam.

Pasar Semawis 2016 ini dimulai hari ini 4 Februari sampai hari Sabtu (6/2) mendatang dan diawali dengan makan bersama oleh pejabat daerah di Semarang. Jamuan makan malam itu dikonsep dengan  meja panjang bertemakan "Gelar Tuk Panjang, Sedepa jadi Sehasta" yang memiliki makna bersilaturahmi, mendekatkan pejabat dan tokoh masyarakat (dari sedepa) dengan masyarakat luas (jadi sehasta).

"Semoga ini bisa dinikmati semua. Yang hitam ada, yang  rambutnya putih ya ada," ujar Ganjar masih dalam bahasa Jawa karena hari Kamis merupakan Kamis Jawi di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya Ganjar juga menyelipkan pesan-pesan tentang memajukan perekonomian di tengah goyahnya perekonomian Indonesia termasuk isu PHK besar-besaran di berbagai perusahaan ternama. Menurutnya, yang bisa memajukan perekonomian Indonesia adalah bangsa sendiri.

"Negoro lagi tidak asyik, ekonomi lagi tidak greget. Yang bikin greget ya kita sendiri," ujar Ganjar.

"Ford PHK, Panasonic, Toshiba PHK. Kalau seperti itu bisnis dikencengi ya tidak bisa gerak. Kendoni sedikit, lah," imbuhnya.

Ganjar dan tamu undangan yang diundang ke atas panggung kemudian membunyikan kencreng atau  gong kecil sebagai tanda pembukaan. Dilanjutkan dengan menyerahkan potongan tumpeng kepada Haryanto Halim selaku ketua Kopi Semawis (komunitas pecinan Semarang untuk pariwisata).

"Semoga setelah ini hujan tapi jangan banjir, karena katanya kalau hujan rejeki lancar. Oya, ini tahun monyet dan shio saya monyet," ujar Ganjar.

Para undangan yang sudah duduk di meja panjang kemudian melakukan toast dilanjutkan berbagai sajian  khas yang ada pada saat perayaan Tahun Baru Imlek seperti dimsum, ayam pesak sampai dengan es yanghun.

"Tamu undangan ada 300 orang, 150 di antaranya Tionghoa dan lainnya dari pemuka agama dan sebagainya," kata Haryanto Halim.

Sajian pada meja panjang itu memang khusus tamu undangan, namun pengunjung umum tidak perlu khawatir karena pengunjung bisa belanja di bazar mulai dari kuliner hingga barang-barang khas imlek dan juga bisa berburu kuliner.

Kuliner yang dijual sangat beraneka ragam di antaranya soto ayam, nasi ayam, wedang tahu, siomay, ayam goreng, mie tittee, lunpia, tahu pong, nasi goreng babat, es marem, bolang-baling, dan lain-lain. Sedangkan bazar produk – produk imlek dan umum antara lain  lampion, gantungan mobil, boneka, souvenir, tas, keramik, baju qibao, aksesoris, lukisan, patung, sulaman, handicraft, dan lain-lain.

Bagi penggemar selfie, sudah disiapkan suasana khas Tionghoa dan juga gerbang dari puluhan lampion yang cantik. Tak hanya itu  tokoh- tokoh Cengge juga dengan ramah mau diajak berselfie, di antaranya tokoh  Dewa Petir, Raja Langit, Dewa Bintang Selatan, Dewi Kwan Im, 12 Shio, Sun Go Khong dan kawan-kawan, Yue Fei, Qin Kui, dan sebagainya.

Sedangkan untuk pertunjukkan, juga ditampilkan antara lain wayang Potehi yang khas, kemudian ada catur Gajah, Kaligrafi, dan lainnya. Acarayang digelar hanya tiga hari tersebut ternyata mendapatkan antusias warga bahkan pada hari pertama saja terlihat membludaknya pengunjung.


(alg/Hbb)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed