Begini Video Tawan Saat Bekerja Menggunakan Lengan Robotnya

'Iron Man' dari Bali

Begini Video Tawan Saat Bekerja Menggunakan Lengan Robotnya

Putri Akmal - detikNews
Kamis, 21 Jan 2016 15:47 WIB
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Karangasem - I Wayan Sumardana alias Tawan mengklaim alat robotik yang dibuatnya mampu menggerakkan tangan kirinya yang lumpuh. Bagaimana Tawan bekerja dengan temuannya tersebut?

Dalam video yang didokumentasikan tim 20detik, Rabu (20/1/2016), terlihat Tawan leluasa bergerak setelah memakai alat tersebut. Pertama, dia akan memasang dulu alat robotik di lengan kirinya yang terkulai. Kemudian dia memasang chip di bagian kepala. Tak lama kemudian, saat alatnya dinyalakan, dia seperti terhentak, lalu lengan kirinya mulai bergerak.

Setelah itu, Tawan pun mulai bekerja. Saat mengelas, Tawan tampak begitu serius. Hari itu, dia memperbaiki perabot rumah tangga, barang elektronik hingga sepeda motor.


 
Komponen alat buatan Tawan mulai dari besi penopang, tabung hidrolis, hingga beberapa kabel terlihat bekas. Tawan merancang, merakit dan menyambung sendiri seluruh item tersebut. Tak hanya itu, dia juga menggunakan CPU komputer, dinamo, tuning potensio, sensor ultasonik, sensor infra merah dan sensor jumlah putaran dinamo.

Satu komponen kunci, yakni sensor EEG (Electro Encephalo Graphi) dibelinya online dari Amerika Serikat (AS) senilai Rp 4,7 juta. Ia menjelaskan, alat ini berfungsi melalui sensor otak yang dipasang di kepala yang mengendalikan arah gerak ke tangan kirinya melalui alat yang dipasang di punggung dan tangan kirinya.



Untuk memuluskan gerak alat tersebut, Tawan memasang satu unit CPU komputer pun dipasang di bagian belakang tubuhnya. Fungsinya sebagai penggerak dari sensor di kepala. Tuning potensio merupakan rangkaian pengolah input dan output mikro kontroler.

"Infra merah, sensor ultrasonik, dan sensor jumlah putaran dinamo ini adalah rangkaian penguat power. Ada pula EEG. Semuanya tersambung ke dinamo agar dapat bekerja secara maksimal," jelasnya.

"Lalu ada drone, elektroda dan lainnya. Posisinya ditempel di kepala sebagai penangkap sinyal, alpa, delta, beta dan teta," tambahnya.

Hanya saja, alat tersebut membuatnya harus mengeluarkan energi ekstra. Pasalnya, Tawan harus benar-benar fokus dan berkonsentrasi. Jika tidak, alat tersebut akan bekerja secara tak normal.




Untuk menggerakkan lengan robotnya itu, Tawan membutuhkan listrik 500 volt. Ini didapat dari baterai litiumoin yang dipasangnya. Agar dapat terus digunakan, alat ini harus terus diisi daya baterainya. Memakan waktu cukup lama untuk mengisi ulangnya. Biasanya, jika tak digunakan Tawan menyempatkan diri untuk mengisi ulang dayanya.

"Kalau orang pegang ini ya kena setrum. Tapi kalau saya sendiri yang memakai alat ini tidak (tersetrum). Biasanya jam 24.00 malam saya charge sampai jam 7.00 pagi. Kalau kekuatannya tergantung pemakaian. Kalau angkat yang berat-berat bisa cepat habis. Kalau hanya mengelas bisa tahan lebih lama," imbuhnya.

Belum ada instansi resmi yang memverifikasi alat temuan Tawan. Secara rinci, Tawan juga tak menjelaskan soal penyakit di lengan kirinya. Yang jelas, sekarang alat itu membantu Tawan untuk menafkahi keluarganya, setelah sempat terganggu beberapa lama. Menristek Dikti M Nasir berjanji akan membantu pengembangan alat milik Tawan. (mad/mad)