DetikNews
Senin 18 Jan 2016, 01:00 WIB

MUI: Gafatar Membuat Kamp-kamp di Kalimantan Tengah dan Barat

Edzan Raharjo - detikNews
MUI: Gafatar Membuat Kamp-kamp di Kalimantan Tengah dan Barat Foto: Edzan Rahardjo/detikcom
Yogyakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah melakukan kajian dan penelitian terhadap Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Rencananya, MUI akan secara resmi mengeluarkan fatwa pada bulan Februari apakah Gafatar sesat atau tidak sesat.

Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Rida HR Salamah mengatakan Gafatar beralih menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam (NKSA). Mereka membuat kamp-kamp di sekitar Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Para pengikutnya melakukan eksodus ke wilayah tersebut untuk membuat peradaban baru.

"NKSA bertujun menegakan peradaban baru yang seoalah-olah ada harapan baru dengan sistem dan tatanan hidup baru, yang menurut mereka keadaan sekarang adalah sebuah keadaan yang penuh kerusakan," kata Rida HR Salamah pada FGD tentang Gafatar di Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (17/1/2016).‬

Langkah eksodus itu adalah perwujudan ideologi mereka. Mereka sebenarnya melakukan eksodus secara sadar, apabila keluarga tidak menginginkan anggota keluarganya ikut eksodus, maka kelekatan dalam keluarga itu harus ditinggalkan.

"Gafatar melebihi kelekatan mereka dengan keluarga, sehingga mereka rela memutuskan untuk meninggalkan keluarga demi bergabung dengan ormas dengan ideologi dan perasaan yang sama,"katanya.

MUI saat ini sedang dalam proses mengumpulkan data-data dan fakta terkait Gafatar. Sebelum nantinya mengeluarkan fatwa resmi atas keberadaan ormas Gafatar. Dugaan tentang indikasi paham sesat memang sudah ada, tetapi perlu bukti-bukti lebih lanjut.


(dnu/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed