DetikNews
Rabu 13 Januari 2016, 17:32 WIB

Gerhana Matahari Total Di Indonesia

Istimewanya Gerhana Matahari Total 1901 di 'Indonesia'

- detikNews
Istimewanya Gerhana Matahari Total 1901 di Indonesia Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Gerhana matahari total pertama yang terjadi pada abad ke-20 terjadi pada 18 Mei 1901. Saat itu jalur gerhana adalah Madagaskar, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga ke Papua.

"Gerhana ini penting karena ada periode waktu pengamatan matahari yang terlama," kata James W. Gould dalam buku Americans in Sumatera yang terbit pada 1961. "Total lamanya gerhana 6,5 menit."

Gerhana matahari total yang terlama terjadi sekitar tujuh menit. Pada 9 Maret 2016 nanti, gerhana berlangsung hanya sekitar dua menit.

Dari jalur pada 1901 tersebut, daerah yang paling diminati buat mengamati adalah kota-kota yang kini masuk provinsi Sumatera Barat. Para ilmuwan gerhana kala itu berbondong-bondong ke Padang, Sawahlunto, dan Bukittinggi. Ada juga tim ekpedisi yang memilih Pulau Singkep yang sekarang wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Gould, Hindia Belanda memang paling diminati sebagai lokasi pengamatan gerhana. Selain paling mudah didatangi, Sumatera juga dianggap lebih terjamin kebersihan dan fasilitas sanitasinya.

Dari semua lokasi pengamatan itu, ternyata pemandangan gerhana yang paling bagus ada di Bukittinggi. Kota yang saat itu masih bernama Fort de KockĀ ini sebenarnya tak diminati karena ramalan cuaca menyatakan akan mendung di sana.

Nyatanya, langit Bukittinggi cerah, tak seperti Padang dan Sawalunto yang berawan. Cuaca ini menguntungkan rombongan astronom Angkatan Laut Amerika Serikat yang memilih kota itu.
(Okta Wiguna/okt)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed