DetikNews
Selasa 12 Januari 2016, 09:31 WIB

Orang Hilang Direkrut Gafatar

Cerita Bibit Samad yang Tertipu Saat Terima Jabatan Ketua Dewan Pembina Gafatar

Aditya Fajar Indrawan - detikNews
Cerita Bibit Samad yang Tertipu Saat Terima Jabatan Ketua Dewan Pembina Gafatar Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mantan pimpinan KPK Bibit Samad Riyanto pernah menjabat menjadi Ketua Dewan Pembina Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Bibit mengaku menerima jabatan itu karena tertipu. Gafatar yang dia kira benar-benar mengembangkan kegiatan sosial, ternyata malah menyebarkan agama baru.

"Saya tertipu, Mas. Makanya saya mundur. Saya itu jadi Ketua Dewan Pembina 2013, dan mundur 2014," jelas Bibit saat berbincang, Selasa (12/1/2016).

Bibit sadar dirinya tertipu ketika dia diajak bertemu pemimpin besar Gafatar yang disebut sebagai messiah di markas utamanya di Ciputat.

"Loh ini apa. Ini agama baru, saya langsung mundur saat itu juga. Tapi saya bilang sama mereka, Anda akan melawan masyarakat," jelas Bibit bercerita pengalamannya pada 2014 lalu.

Pria messiah itu disebut Moshadeq. Bibit langsung mencari di internet, dan pria yang diyakini Gafatar sebagai messiah itu pernah diadili di Bogor pada 2009 karena penistaan agama.

"Makanya saya bilang, ini nggak bener ini. Mereka ini penggabungan Islam dan Advent Hari Ketujuh, semacam itulah," terangnya. (Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sudah membantah ada kaitan dengan Gafatar. Baca: Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Tegaskan Tak ada Kaitan dengan Gafatar)

Selama menjadi Ketua Dewan Pembina, Bibit pernah memberi pelatihan dalam program kerja Gafatar. Dia berkeliling ke sejumlah daerah dari Bali, Makassar, hingga ke Jakarta.

"Saya memberi pelatihan mengenai memerangi korupsi dan Pancasila. Tapi mereka nggak peduli sepertinya," urai Bibit.

Awal bergabung ke Gafatar, diakui Bibit karena jiwa dan kerja sosial yang dilakukan Gafatar. Mulai dari kerja bakti untuk kebersihan, donor darah, sampai kepada bakti sosial kesehatan.

"Saya tertarik karena kegiatan itu dan sejalan dengan keinginan saya untuk memerangi korupsi, saya kan waktu itu sudah nggak di KPK. Tapi ternyata ini malah seperti ada agama baru. Saya mundur nggak cocok, ini nggak sesuai dengan ideologi saya," tutupnya.
(dra/dra)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed