Penampakan Hutan Suaka Margasatwa di Riau yang Jadi Arang karena Terbakar

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Kamis, 29 Okt 2015 15:16 WIB
Foto: Chaidir Anrwar Tanjung/detikcom
Foto: Chaidir Anrwar Tanjung/detikcom
Pelalawan - Hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Riau ludes terbakar. Tak diketahui bagaimana kronologi kebakaran dan siapa yang melakukannya.

SM Kerumutan mencakupi wilayah Kabupaten Pelalawan dan Inhu di Riau. Penetapan sebagai SM Kerumutan berdasarkan SK Menhut No 350/kpts.II/6/1979 tertanggal 6 Juli 1979 dengan luasan mencapai 120 ribu hektare. Penanggung jawab kawasan adalah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sebagai kepanjang tanganan Kementerian Kehutanan.

Untuk menuju ke kawasna ini, detikcom, pada Rabu (28/10/2015) harus menempuh perjalanan dari Pekanbaru sampai ke Kecamatan Bunut, Kab Pelalawan Riau sekitar 3,5 jam. Dari jalan lintas timur, lantas menuju ke Kecamatan Teluk Meranti sekitar 80 km dengan ditempuh perjalanan sekitar 1,5  jam. Jalan menuju ke sana setengahnya masih jalan tanah.


Sampai di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, mobil tak bisa masuk ke dalam kawasan hutan Kerumutan. Untung dibantu tim pemadam kebakaran lahan dan Manggala Agni dari BBKSDA Riau dengan menggunakan mobil double gardan.

Jalan menuju ke perbatasan begitu sulitnya. Melewati perkebunan sawit ilegal yang tumbuh di lahan yang sebenarnya sudah berstatus hutan alam. Ada sekitar 10 km untuk bisa mencapai ke dalam kawasan yang berlumpur gambut.

Menjelang mendapatkan kawasan hutan alam, di sanalah lebih dari 200 hektare kawasan sudah rata. Hanya tersisa tunggul-tunggul kayu yang menghitam menjadi arang. Lahan gambut itu terbakar tak ada lagi tegakan kayunya.

Di lokasi itulah, tim Manggala Agni dari BBKSDA sektor Kabupaten Inhu berjibaku padamkan bara api diperut gambut. Di sana ada 25 manggala agni yang sudah dua bulan di dalam kawasan untuk melakukan pemadaman.

Kawasan yang terbakar, juga terjadi di tengah hutan alam SM Karumutan. Di sana, tiba-tiba saja api muncul di tengah hutan yang berada di kawasan Kabupaten Inhu. Tidak tahu pasti siapa yang melakukan pembakaran di dalam kawasan hutan belantara yang bergambut itu.

"Yang terbakar tidak hanya di luar hutan, tapi di dalam hutan juga. Kami juga bingung, mengapa titik api bisa muncul di tengah SM Kerumutan," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab Pelalawan, Hadi Penandio kepada detikcom.


Kebakaran di tengah kawasan hutan belantara sangat unik. Api menjalar di tengah kawasan hutan bergambut. Tidak terlihat memang kobaran api di atas. Tapi tiba-tiba, tegakan kayu hutan yang menjulang tinggi ambruk dan tercabut seakarnya.

"Itu karena bara api menjalan di bawah gambut. Begitulah susahnya jika hutan gambut terbakar," kata Hadi.

Menurut Hadi, tim BPBD Pelalawan bersama tim Manggala Agni saling membahu melakukan pemadaman baik di dalam hutan alam maupun yang di luar.

"Gambutnya bisa ke dalam lebih dari 1 meter. Setiap kita melangkah untuk melakukan pemadaman maka radius 5 meter harus kita semprot dengan air sampai gambut menjadi bubur. Setelah itu baru kita melangkah, jika tidak, kaki bisa terbakar karena ada bara gambut," kata Hadi.

Bila melihat kondisi SM Kerumutan di Riau memang menyedihkan. Kawasan yang merupakan tanggung jawab Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup ini, sudah banyak di jarah. Ribuan hektare kawasan SM sudah rata dengan tanah.

Perambahan yang terjadi besar-besaran ini, sudah terjadi sejak tahun 2003 silam. Kini lahan-lahan yang dirampas milik negara itu sudah menjadi perkebunan sawit. (cha/try)