DetikNews
Selasa 08 September 2015, 13:36 WIB

Catatan Kelam IPDN, dari Kasus Kekerasan Hingga Narkoba

Salmah Muslimah - detikNews
Catatan Kelam IPDN, dari Kasus Kekerasan Hingga Narkoba Presiden Jokowi lantik Pamong Praja Muda IPDN (Foto: Baban Gandapurnama)
Jakarta - IPDN merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi Kedinasan untuk mempersiapkan kader pemerintah di tingkat daerah maupun pusat. Namun dalam sejarahnya, ada beberapa catatan kelam yang mewarnai perjalanan IPDN.

IPDN sempat ramai dibicarakan publik karena kasus kekerasan yang membuat calon mahasiswanya meninggal. Dari tahun 1993-2007 diperkirakan ada 35 orang yang tewas rata-rata disebabkan oleh perlakuan tidak layak dari senior kepada mahasiswa baru. Namun dari total praja yang tewas, hanya 10 kasus saja yang terungkap di media massa.

Banyaknya kasus praja IPDN yang tewas ini didasarkan hasil riset yang dilakukan dosen IPDN, Inu Kencana pada tahun 2007 lalu. Inu melakukan riset terkait disertasi doktornya di Universitas Padjajaran. Disertasi itu berjudul Pengawasan Kinerja STPDN Terhadap Sikap Masyarakat Kabupaten Sumedang.

Berikut ini daftar praja yang meninggal tidak wajar di IPDN antara lain:

Tahun 1994, Madya Praja Gatot dari Kontingen Jatim yang meninggal ketika menjalani latihan dasar militer dan dadanya retak.

Tahun 1995, Alvian dari Lampung, meninggal di barak tanpa sebab.

Tahun 1997, Fahrudin dari Jateng, meninggal di barak tanpa sebab.

Tahun 1999, Edi meninggal dengan dalih sedang belajar sepeda motor di lingkungan kampus.

Tahun 2000, Purwanto meninggal dengan dada retak.

Tahun 2000, Obed dari Irian Jaya, meninggal dengan dada retak.

Tahun 2000, Heru Rahman dari Jawa Barat yang meninggal akibat tindak kekerasan. Kasusnya sempat menjadi bahan berita. Kasusnya dilimpahkan di pengdilan.

Tahun 2000, Utari meninggal karena aborsi dan mayatnya ditemukan di Cimahi.

Tahun 2003, Wahyu Hidayat yang juga ramai diberitakan meninggal karena tindak kekerasan. Kasusnya dilimpahkan ke pengadilan.

Tahun 2005, Irsan Ibo meninggal karena dugaan narkoba.

"Data ini saya kejar sendiri ketika saya berada dalam pengurusan senat. Yang aneh pelanggaran berat yang menyebabkan kematian, hanya sedikit sekali praja yang terlibat yang dikeluarkan," beber Inu kala itu.

Setelah 2007 itu, kasus kematian praja IPDN kembali muncul di tahuh 2012, Yudhi Wardhana Siregar meninggal karena sakit di bagian otak.

Tahun 2013, Yonoli Untajana tewas saat mengikuti kegiatan pra-Resimen Mahasiswa (Menwa) saat latihan di kolam di kampus IPDN, Remboken, Minahasa, Sulut.

Selain kasus kekerasan, menyeruak juga kasus dugaan perkosaan praja di IPDN di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau. Pelakunya berjumlah 6 orang dan sudah dipecat.

(Baca: Mendagri Sebut Ada Kasus Perkosaan Praja di IPDN Rohil)

Paling terbaru adalah saat pelantikan praja IPDN angkatan XXII oleh Presiden Jokowi. Dari 2.000 orang, hanya 1.974 yang mengikuti wisuda dan pelantikan Pamong Praja Muda. Sisanya sebanyak 26 orang Praja angkatan tersebut gagal melaksanakan pengukuhan karena kasus kekerasan dan narkoba.

(Baca: Ada Praja IPDN Gagal Dilantik Gara-gara Kasus Kekerasan dan Narkoba)
(slm/ndr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed