DetikNews
Selasa 28 Juli 2015, 15:00 WIB

Jelang Muktamar Ke-33 NU

Kandidat Ketum PBNU KH Asad Said Ali, Ahli Intelejen yang Low Profile

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kandidat Ketum PBNU KH Asad Said Ali, Ahli Intelejen yang Low Profile Foto: Bagus Prihantoro Nugroho
Jakarta - Waketum PBNU KH Asad Said Ali akan menjadi penantang Ketum Said Aqil dalam Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama. Nama Asad tak asing lagi sebagai tokoh nasional yang sempat pula disebut-sebut akan menjabat sebagai Kepala BIN.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2015) Asad mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Gadjah Mada pada jurusan Hubungan Internasional, FISIPOL. Secara kebetulan Asad lahir bertepatan dengan hari lahir kampus yang terletak di Bulaksumur, Yogyakarta tersebut pada 19 Desember 1949. Sebelum berkuliah, Asad merupakan santri dari pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.

Setelah lulus dari UGM, Asad diminta oleh tokoh NU Subhan ZE untuk berkiprah di Badan Koordinasi Intelejen Negara (BAKIN). Berbekal ilmu hubungan internasional dan pesantren, Asad kemudian ditugaskan di negara-negara timur tengah.

Pada tahun 1999 di era Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid, Asad kemudian didaulat untuk menjadi Wakil Kepala BIN. Sejak saat itu sampai dengan 9 tahun kemudian Asad bertahan sebagai WakaBIN.

Kiprah Asad di organisasi otonom NU juga cukup banyak. Pria kelahiran Kudus ini tercatat pernah aktif di IPNU, PMII, dan GP Ansor.

Tak hanya itu, Asad pun menulis beberapa buku yang antara lain adalah Negara Pancasila (2009), Pergolakan di Jantung Tradisi (2009), dan Ideologi Pascareformasi (2010). Latar belakang pengalaman dan intelektual itu membuat dia meraih gelar doktor honoris causa dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, Semarang.
(bag/van)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed