DetikNews
Minggu 19 Juli 2015, 11:27 WIB

Ini Penjelasan Lengkap Wapres JK Soal Insiden Tolikara yang Dipicu Speaker

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Ini Penjelasan Lengkap Wapres JK Soal Insiden Tolikara yang Dipicu Speaker Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut bahwa insiden penyerangan warga saat menggelar salat Id di Karubaga, Tolikara, Papua dipicu oleh speaker. Di Tolikara memang ada Peraturan Daerah tentang larangan rumah ibadah menggunakan speaker.

Namun khusus untuk Salat Id dan Salat Idul Fitri, Pemerintah Daerah dan Kepolisian selalu memberikan izin menggunakan speaker. Hal ini sudah berlangsung sejak lama dan menurut JK tak pernah ada masalah.

Nah pada lebaran tahun ini pihak Gereja Tolikara meminta Perda larangan menggunakan speaker di rumah ibadah itu diberlakukan. Alasannya Salat Id bersamaan waktunya dengan seminar internasional yang digelar Gereja Injili di Indonesia (GIDI).  Di situlah awal mula yang memicu terjadinya insiden penyerangan.  

"Di sana (Tolikara) ada Perda yang mengatakan bahwa rumah ibadah tidak boleh memakai speaker keluar, Pemda dan polisi sudah memberi izin untuk salat Idul Fitri, setiap tahun begitu, tidak ada soal, karena ada acara bersamaan di pihak gereja, maka mereka mendesak agar Perda itu diberlakukan, maka awal mulanya soal speaker lalu berkembang seperti itu," kata JK dalam keterangan pers-nya di kediaman pribadinya, di jalan Haji Bau, Makassar, Minggu (19/7).

Insiden penyerangan terhadap warga Karubaga yang tengah menjalankan Salat Id itu terjadi pada Jumat (17/7/2015). Ada sekitar 70 orang itu melakukan provokasi menolak agar tidak ada kegiatan Salat Id.

Para penyerang kemudian melakukan pelemparan ke arah warga yang sedang salat pada sekitar pukul 07.10 WIT. Aparat keamanan berusaha menghalau para penyerang dengan memberikan tembakan peringatan.

Namun aksi para penyerang justru kian brutal. Warga berhamburan menyelamatkan diri ke Koramil setempat. Sementara penyerang mulai membakar rumah dan kios yang akhirnya merembet ke Musala.

Insiden penyerangan tersebut mengakibatkan  63 unit rumah dan kios, 1 musala dan 1 mobil terbakar. Penembakan juga mengakibatkan 1 warga sipil meninggal dunia, 2 luka berat, dan 8 luka ringan. Saat ini korban sudah dievakuasi ke Jayapura dan Wamena.


(mna/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed