DetikNews
Kamis 09 Juli 2015, 20:55 WIB

Ramadan 2015

Melihat Kehidupan Imigran Muslim Somalia di Amerika

Salmah Muslimah - detikNews
Melihat Kehidupan Imigran Muslim Somalia di Amerika Foto: Repro slide Muslim Imigran Somalia
Jakarta - Muslim Somalia banyak yang migrasi ke Amerika Serikat tepatnya di Minneapolis, Minnesota. Mereka yang menjadi korban perang saudara memilih tinggal di AS untuk mencari kehidupan yang baru.

Dalam Diskusi "Kehidupan Muslim di Amerika dari Kacamata Jurnalis Indonesia" di Pusat Kebudayaan Amerika @america, Mal Pacific Place, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (9/7/2015) dijelaskan bagaimana muslim di Amerika. Informan merupakan junalis dari Net TV dan penulis A Fuadi yang pernah mendapat beasiswa untuk studi AS serta menjadi jurnalis  di sana.

Dalam diskusi diputar dua film dari program "Muslim Traveler" yang mengisahkan kehidupan muslim di Amerika. Salah satunya adalah kisah imigran muslim Somalia di Minneapolis.

Minneapolis dikenal juga sebagai 'Little Somalia' karena banyaknya imigran Somalia yang berdatangan ke sana, sejak tahun 1990 ada sekitar 82 ribu muslim Somalia di sana.

Mereka yang datang adalah korban perang saudara. Kehidupan mereka di Somalia sudah tak aman dan tak tenang, mereka melalui Kenya dibantu Kedutaan Amerika di sana diberikan visa dan akhirnya bisa pindah ke Amerika.

Dalam film itu dijelaskan bahwa tempat pertama yang menjadi rujukan tempat tinggal bagi para imigran muslim Somalia di Mary's Place, sebuah tempat di mana warga muslim Somalia ditampung dengan alasan kemanusiaan.

Uniknya, pemilik Mary's Place adalah Mary J Copeland seorang non-muslim yang sengaja mendirikan penampungan itu karena alasan kepedulian dan kemanusiaan. Mary's Place menjadi tempat pertama para imigran Somalia sebelum memiliki rumah tinggal sendiri.

Di sana mereka mendapat tempat tinggal, fasilitas kesehatan dan lainnya. Selama satu tahun mereka diizinkan tinggal di sana, setelah itu biasanya imigran keluar dan hidup mandiri.

Dalam video tersebut Mary mengatakan membantu para imigran muslim tanpa pamrih. Dia juga tidak dalam misi menyebarkan agama, semuanya karena rasa cinta pada sesama manusia.

"Cinta tidak mengenal perbedaan agama. Saya seorang Kristen yang ingin menjadi pribadi Kristen yang baik.  Mereka Muslim Somalia dan tetap akan menjadi Muslim Somalia yang baik. Mereka menyembah Tuhan mereka dan saya menyembah Tuhan saya," ucap Mary yang sudah berusia lanjut itu.

Imigran Somalia mewarnai kehidupan di Minneapolis. Bahkan sekitar 85% penduduk di sana adalah orang Somalia. Meski begitu mereka tetap hidup damai berdampingan dengan warga Amerika. Agama Islam juga diterima baik di sana.

Fatia Abshi, salah satu imigran Somalia yang sukses di Menneapolis bersyukur bisa hidup tenang di Amerika. Dia yang pindah dari Somalia saat usia 15 tahun itu merasa Amerika lebih aman dari pada negaranya yang penuh konflik.

"Amerika tempat satu-satunya saya merasa aman, dan saya merasa bersyukur bisa tinggal di sini," ucap Fatia.

Selain imigran muslim Somalia, ada juga komunitas muslim WNI yang menetap di Washington DC. Di sana mereka juga hidup rukun berdampingan dengan warga Amerika.


(slm/nwk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed