detikNews
Senin 06 Juli 2015, 10:15 WIB

PK Ditolak, Si Miskin Busrin Tetap Dibui 2 Tahun karena Tebang Kayu Bakar

Andi Saputra - detikNews
PK Ditolak, Si Miskin Busrin Tetap Dibui 2 Tahun karena Tebang Kayu Bakar
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kuli pasir Busrin (54) di kasus penebangan kayu bakar pohon mangrove. Atas hal ini, Busrin tetap dihukum 2 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Busrin mencari kayu bakar di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Probolinggo, Jawa Timur, pada 16 Juli 2014 agar dapurnya tetap ngebul. Saat menebang pohon dengan sabit dan tenaga tangannya yang lelah, Busrin kepergok anggota polisi dari Polair Polres Probolinggo. Lelaki yang tidak lulus SD itu lalu digelandang ke markas polisi dan dihadapkan ke muka pengadilan.

Busrin yang buta huruf dan buta hukum itu dinyatakan melanggar Pasal 35 huruf e, f dan g UU Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah
Pesisir dan Pulau-pulau Terkecil jo Pasal 73. Pasal 35 guruf e, f dan g menyatakan:

Dalam pemanfaatan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, setiap orang secara langsung atau tidak langsung dilarang menggunakan cara dan metode yang merusak ekosistem mangrove yang tidak sesuai dengan karakteristik Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; menebang, melakukan konversi ekosistem mangrove di kawasan atau zona budidaya yang tidak memperhitungkan keberlanjutan fungsi ekologis Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil; menebang mangrove di Kawasan konservasi untuk kegiatan industri, pemukiman, dan/atau kegiatan lain.

Adapun pasal 73 berbunyi: 

Dipidana dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar setiap orang yang dengan sengaja menggunakan cara dan metode yang merusak ekosistem mangrove, melakukan konversi ekosistem mangrove, menebang mangrove untuk kegiatan industri dan permukiman, dan/atau kegiatan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf e, huruf f, dan huruf g.

Atas fakta di atas, PN Probolinggo lalu menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar subsidair 1 bulan kepada Busrin. Majelis menilai dengan adanya perbuatan terdakwa, yakni menebang pohon mangrove tersebut dapat menyebabkan perubahan fungsi lingkungan dalam skala yang luas apabila dilakukan secara terus menerus dan merusak lingkungan ekologis alam, terjadinya akumulasi pencemaran dan menurunkan kualitas air.

Putusan ini lalu mengundang perhatian publik dan Busrin lalu dibantu LBH setempat untuk mengajukan PK. Tapi apa putusan MA?

"Menolak PK," putus majelis sebagaimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (6/7/2015).

Perkara yang mengantongi nomor 64 PK/Pid.Sus/2015 itu diketok oleh ketua majelis hakim agung Timur Manurung. Duduk sebagai hakim anggota Suhadi dan Prof Dr Surya Jaya.
  • PK Ditolak, Si Miskin Busrin Tetap Dibui 2 Tahun karena Tebang Kayu Bakar
  • PK Ditolak, Si Miskin Busrin Tetap Dibui 2 Tahun karena Tebang Kayu Bakar

(asp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com