Suka Tonton Film Porno, Doyok Tak Tahan dan Cabuli Remaja Putri Tuna Rungu

Suka Tonton Film Porno, Doyok Tak Tahan dan Cabuli Remaja Putri Tuna Rungu

Farhan, - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 17:19 WIB
Bogor - Iyan alias Doyok, Kota Bogor, ditangkap polisi. Doyok diduga mencabuli seorang remaja putri berusia 13 tahun yang tuna rungu.

Doyok diketahui menggunakan jarinya mencabuli korban yang tuna rungu. Saat ini, Doyok masih dalam pemeriksaan polisi dan terancam penjara selama 15 tahun, karena melanggar pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Aksi bejat Doyok terungkap setelah orangtua korban melihat ada cairan sperma di pakaian korban. Setelah berkomunikasi dengan bahasa isyarat, akhirnya korban mengaku kalau ia telah dicabuli oleh Doyok.

"Orangtuanya berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Kemudian dia mengaku kalau cairan sperma itu milik tersangka. Orangtuanya kemudian melapor," kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Hendrawan Gustian Nugroho, Selasa (23/6/3015).

Aksi pencabulan sendiri dilakukan pada Sabtu (6/6/2015) sore lalu. Saat itu, korban yang tengah main kemudian dibawa ke rumah kontrakan pelaku yang berada di samping rumah korban. Doyok yang sudah di penuhi nafsu birahi, kemudian mencabuli korban. Pelaku memasukan jarinya ke kemaluan korban hingga beberapa kali. Tidak hanya itu, pelaku juga menggesek-gesekan kemaluannya ke kemaluan korban hingga ejakulasi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak, Ipda Ni Komang Armini mengatakan, Doyok merupakan seorang kuli bangunan yang mengontrak di sebelah rumah korban.

"Saat kejadian, korban sedang main di depan kontrakan pelaku. Kemudian dirayu, dan dibawa ke kontrakan pelaku. Di situ dia melakukan aksinya," terang Iptu Ni Komang.

"Korban baru berusia 13 tahun dan siswa SLB. Pelaku sendiri seorang kuli bangunan dan masih bujangan," tambahnya.

Saat ini, kata Ipda Ni Komang, pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bogor Kota. Barang bukti berupa celana korban yang ada noda sperma pelaku juga diamankan. Karena perbuatannya, Doyok akan dijerat dengan pasal 82 undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan terhadap anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara Doyok, mengaku tega mencabuli korban yang tuna rungu karena sudah tidak bisa menahan nafsunya. Melihat korban yang memiliki kelemahan sebagai tuna rungu, Doyok langsung merayu dan menjadikan korban sebagai pemuas nafsunya.

"Iya, saya suka nonton film porno. Saya khilaf, Pak. Saya nggak tahan," kata Doyok di Polres Bogor Kota. (gah/dra)