detikNews
Senin 01 Juni 2015, 12:27 WIB

Peringatan Hari Pancasila

Jokowi: Setiap di Blitar, Hati Saya Selalu Bergetar

Hardani Triyoga - detikNews
Jokowi: Setiap di Blitar, Hati Saya Selalu Bergetar
Blitar - Presiden Jokowi sangat terkesan terhadap Presiden pertama RI Soekarno. Bahkan setiap berada di tempat kelahiran Soekarno di Blitar, Jawa Timur, hati Jokowi selalu bergetar.

"Setiap kali saya berada di Blitar, kota kelahiran Proklamator kita, Bapak Bangsa kita, Bung Karno, hati saya selalu bergetar," ujar Jokowi dalam sambutan di peringatan Hari Pancasila, di Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (1/6/2015). Acara ini dihadiri Megawati, Puan Maharani, Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Wapres Boediono dan pejabat lokal.

Menurut Jokowi, getaran senantiasa muncul karena di Blitar dirinya dapat menghayati semangat Bung Karno untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, berdikari, dan berkepribadian.

Jokowi juga selalu teringat pidato Bung Karno. "Saya selalu teringat pidato Bung Karno 1 Juni 1945, 70 tahun yang lalu. Di depan BPUPKI beliau menyatakan Pancasila. Itulah yang berkobar-kobar dalam dada saya sejak berpuluh-puluh tahun," tuturnya.

Pembacaan Bung Karno tentang sila-sila Pancasila itu, lanjut Jokowi, mengingatkan dirinya bahwa tidak ada negara yang berdiri tanpa perjuangan. Untuk merealisasikan Pancasila perlu perjuangan.

"Dengan berdirinya NKRI tidak berarti perjuangan selesai. Justru kita baru memulai," ucap Jokowi yang mengenakan batik biru ini.

Jokowi menjelaskan, dalam menempuh perjuangan harus memiliki persatuan dan keberanian. "Sampai sini kembali saya mengutip apa yang disampaikan Bung Karno. Pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan, pergerakan kita haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sifat masyarakat. Suatu gerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai ke akar-akarnya," ucap dia.

Jokowi menyebutkan, sebagai bangsa merdeka, belum tentu semua masyarakat Indonesia merasakan kemerdekaan seutuhnya. Dia mencontohkan rakyat di perbatasan, pulau terluar, pembantu rumah tangga, buruh, petani, dan tukang cuci belum tentu merasakan kemerdekaan dan kedaulatan dalam arti yang sesungguhnya.

"Tugas kita adalah mewarisi api pemikiran dan perjuangan Bung Karno. Untuk bisa mewarisi api, maka saya ajak rakyat Indonesia mari dalam peringatan momentum Hari Pancasila di mana Bung Karno berpidato, untuk bersatu-padu bergandeng tangan mewujudkan janji kemerdekaan," kata Jokowi.




(Niken Widya Yunita/Nurul Hidayati)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed