Era SBY Dinilai Lebih Baik Soal Pengelolaan Politik Anggaran

Era SBY Dinilai Lebih Baik Soal Pengelolaan Politik Anggaran

- detikNews
Sabtu, 21 Mar 2015 11:26 WIB
Jakarta - Strategi politik anggaran di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Boediono dinilai lebih baik dari Jokowi-Jusuf Kalla. SBY-Boediono dianggap lebih konservatif dan hati-hati terhadap inflasi.

Hal ini dikatakan pengamat ekonomi politik Fachry Ali. Menurutnya, SBY mampu lebih menjaga neraca anggaran serta pengeluaran lebih berimbang.

"Target pajak juga kurang, saat bersamaan SBY juga menunjuk menteri keuangan yaitu Chatib Basri yang merupakan ekonom konservatif, sehingga neraca anggaran tercipta keadilan. Jadi, pengelolaan politik anggaran SBY-Boediono masih lebih baik," kata Fachry dalam diskusi "Pengalaman Mengelola Anggaran" di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (21/3/2015).

Dia menjelaskan era Jokowi, anggaran politik terlihat lebih 'ambisius' dengan rencana berbagai pembangunan. Acuannya, saat RAPBN 2015 terdapat rencana-rencana pembangunan. Menurutnya, Jokowi menginginkan pemerintah bisa menerjemahkan gagasan populis.

"Bank Dunia mempertanyakan yang dilihat program ambisius ini. Terus dikaitkan kondisi rupiah yang depresiasi," sebut pendiri Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha Indonesia itu.

Selain itu, era Jokowi juga dinilai hanya memberikan porsi yang lebih kecil untuk sektor swasta. Padahal, peran swasta diperlukan untuk kelancaran pembangunan ekonomi. Anggaran infrastruktur yang besar tanpa memperhatikan dampak inflasi juga harus diperhatikan Jokowi.

"Lebih ambisius katakanlah pembangunan ekonomi. Jadi memberikan tempat yang lebih sedikit di swasta. Jadi kalau anggaran infrastruktur itu besar tanpa mempertimbangkan inflasi itu harus dilihat," ujarnya.

(hat/kha)