DetikNews
Kamis 12 Feb 2015, 16:28 WIB

Beredar Broadcast 260 Begal Motor Dari Lampung Diturunkan di Jagorawi, Polisi: Itu Hoax!

- detikNews
Jakarta - Beredar broadcast melalui BlackBerry Messanger yang menyebutkan adanya 260 begal motor dari Lampung yang diturunkan di Tol Jagorawi untuk disebar ke sejumlah lokasi untuk melakukan aksi pembegalan. Polda Metro Jaya mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai informasi tersebut karena itu hoax!

Broadcast itu juga menyebutkan bahwa ratusan begal motor itu tersebar ke beberapa lokasi seperti Citeureup, Cibinong, Kranggan, Tapos, Sanding, Leuwinanggung, Cikeas dan Ibu Kota juga khususnya jalan-jalan yang sepi lainnya.

"Itu hoax! Saya tidak pernah mengirimkan informasi tersebut dan tidak ada informasi tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/2/2015).

Martinus pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya informasi tersebut. Karena polisi sendiri terus melakukan upaya-upaya untuk mencegah aksi begal motor ini.

"Polda Metro Jaya dan Polres jajaran masih terus melakukan upaya-upaya baik preventif maupun represif terhadap para pelaku begal motor ini," kata dia.

Ia mengatakan, sejumlah upaya preventif seperti menempatkan personil bersenjata api laras panjang di pos pantau, menempatkan anggota serse dan intel di titik-titik rawan, hingga melakukan patroli yang berisfat rutin, patroli yang diintensifkan hingga patrolis kala besar.

"Patroli skala besar itu dilakukan setiap minggu, serentak di seluruh Polres jajaran Polda Metro Jaya," ungkapnya.

Hal ini, lanjut dia, dilakukan polisi untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati terhadap aksi kejahatan tersebut terutama pada malam hari. Ia mengatakan, meski sudah ada kelompok begal yang tertangkap, namun tidak menutup kemungkinan masih ada kelompok lainnya.

"Masyarakat tetap berhati-hati saja, karena pengamanan paling utama ada pada diri kita. Tetap jaga kewaspadaan setiap saat agar terhindar dari aksi kejahatan," tuturnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan kembali pesan tersebut karena dikhawatirkan akan menimbulkan kecemasan. Menurutnya, broadcast tersebut hanya untuk menakut-nakuti dan membuat Jakarta seolah-olah tidak aman.

"Janganlah kita menyebarkan informasi yang tidak benar, yang dapat menimbulkan kecemasan. Itu hanya untuk menakuti saja," tutupnya.


(mei/ndr)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed