Cerita Ahok yang Lebih Utamakan Kepentingan Warga Banyak

- detikNews
Rabu, 13 Agu 2014 18:23 WIB
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan dia pernah diwawancara soal pandangannya tentang Hak Asasi Manusia. Menurutnya, sebagai seorang pemimpin, dia harus mengambil keputusan yang bisa menyelamatkan orang sebanyak mungkin.

“Saya katakan, inginnya 10 juta penduduk DKI bisa penuh otak, perut dan dompetnya. Mereka sehat, bahagia, dan panjang umur. Tapi kalau ada 1000 orang bisa mengancam 10 juta orang ini jadi mati dan saya tegur gak mau dengar, saya bunuh di depan kalian yang 1000 itu,” kata Ahok.

Hal ini disampaikannya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2014). Menurutnya, membiarkan 10 juta orang mati juga suatu tindakan yang lebih melanggar HAM, daripada menindak segelintir kecil orang yang memang tidak mengindahkan hukum.

Ahok mencontohkannya saat melakukan penertiban kawasan kumuh di sekitar Waduk Pluit. Saat itu banyak yang menyerangnya dengan isu pelanggaran HAM karena memindahkan penduduk secara paksa.

“Waktu itu semua menyerang saya soal HAM. Lah ini air 2,8 meter di atas permukaan laut. Kalau temboknya nanti roboh, ini ada 15 ribu orang tinggal di sekitar waduk yang akan mati. Kalau mereka mati, melanggar HAMnya dia gak karena biarkan dia tinggal di tempat bahaya? Itu melanggar menurut saya,” tegas Ahok.

“Lalu saya bangun rumah susun dan kasih full furnished, kemudian pindahkan mereka dengan paksa, itu bukan melanggar HAM. Tapi saya tetap dituduh melanggar HAM. Ya sudah biarin saja, itu hamburger saya bilang. Kita jalankan segala sesuatu itu untuk manfaat orang banyak dan tetap harus timbang yang banyak manfaat daripada mudaratnya,” candanya.

(ros/fiq)