DetikNews
Rabu 26 Mar 2014, 07:30 WIB

Laporan dari Den Haag

Komunike Den Haag, Ini Hasil KTT Keamanan Nuklir 2014

- detikNews
Komunike Den Haag, Ini Hasil KTT Keamanan Nuklir 2014
Den Haag - Selama KTT Keamanan Nuklir 2014 di Den Haag, para pemimpin dunia telah membuat perjanjian konkrit untuk mencegah teroris memperoleh bahan nuklir yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Hal ini akan mengurangi lebih lanjut ancaman serangan nuklir.

Komunike akhir dari KTT di Den Haag merupakan langkah maju yang besar dan berisi kesepakatan-kesepakatan baru yang melanjutkan hasil-hasil dari KTT sebelumnya di Washington (2010) dan Seoul (2012):

Semakin kecil jumlah bahan nuklir, semakin kecil risiko. Oleh karena itu negara-negara KTT Keamanan Nuklir sepakat untuk mempertahankan jumlah bahan nuklir serendah mungkin dan menguranginya jika mungkin.

Negara-negara yang menggunakan Uranium Pengayaan Tinggi (Highly Enriched Uranium/HEU) atau plutonium sebagai bahan bakar pembangkit listrik akan mengurangi jumlahnya sebanyak mungkin mereka bisa.

Perjanjian ini mencakup tidak hanya bahan nuklir yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir, tetapi juga bahan radioaktif lainnya seperti Uranium Pengayaan Rendah, Cobalt-60, Strontium-90 dan Caesium-137.

Banyak dari bahan-bahan ini memiliki kegunaan di rumah sakit, industri, dan penelitian. Tetapi bahan-bahan ini juga dapat digunakan dengan peledak biasa untuk membuat 'bom jahat'.

Semua negara partisipan akan mengimplementasikan pedoman IAEA. Selain kesepakatan dalam komunike akhir, 35 negara juga telah melakukan untuk menggabungkan pedoman IAEA ke dalam Undang-undang nasional mereka.

Oleh karena itu pedoman tersebut akan mengikat negara-negara ini, yang juga akan melibatkan tim IAEA untuk menilai keamanan bahan nuklir.

Forensik nuklir adalah alat penting untuk memberantas penyalahgunaan bahan nuklir untuk kriminal. Ia dapat mengidentifikasi asal bahan nuklir dan rute yang dilewatinya.

Para peserta telah meletakkan dasar untuk arsitektur keamanan nuklir yang efisien dan berkelanjutan, yang terdiri dari perjanjian, pedoman, dan organisasi internasional.

IAEA memainkan peran penting dalam hal ini. Sebuah elemen penting baru adalah kesepakatan mengenai langkah-langkah di mana negara-negara dapat mengambil untuk meningkatkan kepercayaan dalam kebijakan keamanan nuklir satu sama lain.

Saling kepercayaan yang lebih besar akan memungkinkan kerjasama lebih efisien dan membuatnya lebih mudah untuk menilai apakah bahan nuklir di dunia ini sungguh-sungguh aman.

Sengenai kegunaan bahan nuklir untuk industri, pemerintah dan bisnis harus bekerjasama dengan erat. Keamanan bahan nuklir harus diatur dengn hukum, tanpa usaha dan lembaga terhambat oleh aturan yang tidak perlu.

KTT Keamanan Nuklir 2014 di Den Haag ini diikuti oleh 53 negara: Afrika Selatan, Aljazair, Amerika Serikat, Argentina, Armenia, Australia, Azerbaijan, Belanda, Belgia, Brazil, Ceko, Chile, Cina, Denmark, Finlandia, Gabon, Georgia, Hongaria, India, Indonesia, Inggris, Israel, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Kazakhstan, Korea Selatan, Lithuania, Malaysia, Marokko, Meksiko, Mesir, Nigeria, Norwegia, Pakistan, Philippina, Polandia, Prancis, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Ukraina, Uni Arab Emirat, Vietnam, dan Yordania.

Selain itu juga 4 organisasi internasional, yakni International Atomic Energy Agency, Interpol, Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka hadir sebagai observer (peninjau).
  • Komunike Den Haag, Ini Hasil KTT Keamanan Nuklir 2014
  • Komunike Den Haag, Ini Hasil KTT Keamanan Nuklir 2014

(es/es)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed