DetikNews
Kamis 20 Mar 2014, 16:44 WIB

Bocah Merawat Ayahnya di Becak

Kasus Aisyah, Kak Seto: Itu Pembiaran Prinsipnya 'Loe-loe Gue-gue'

- detikNews
Kasus Aisyah, Kak Seto: Itu Pembiaran Prinsipnya Loe-loe Gue-gue
Jakarta - Pemerhati anak Seto Mulyadi menilai bahwa kasus Siti Aisyah Pulungan (8) yang terpaksa berhenti sekolah dan merawat ayahnya di becak adalah bentuk dari ketidakpedulian masyarakat. Pria yang akrab disapa Kak Seto ini mendesak pemkot untuk mencegah hal ini terulang hingga ke tingkat RT dan RW.

"Itu bentuk ketidakpedulian antar warga. Itu pembiaran, prinsipnya 'loe-loe, gue-gue.' Sudah tidak ada kerukunan tetangga," ujar Kak Seto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).

Menurut Kak Seto, semua lembaga termasuk Kemensos, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Kemenag, hingga BKKBN seharusnya turun hingga ke satuan masyarakat paling rendah. Pencegahan harus diutamakan agar kasus serupa tak terulang lagi.

"Pemkot juga harus turun tangan. Ada yang namanya P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Itu ada di tiap kota," ujarnya.

Aisyah dan ayahnya, Nawawi, yang terkulai lemas di becak barang terpaksa tinggal di pinggiran toko di Kota Medan. Ini dikarenakan Nawawi kehabisan uang untuk mengobati penyakit komplikasi yang dideritanya, dan tidak mampu membayar kontrakan rumah.

  • Kasus Aisyah, Kak Seto: Itu Pembiaran Prinsipnya Loe-loe Gue-gue
  • Kasus Aisyah, Kak Seto: Itu Pembiaran Prinsipnya Loe-loe Gue-gue

(try/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed