DetikNews
Sabtu 15 Mar 2014, 08:07 WIB

Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama

- detikNews
Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
Ternate - Begitu tiba di Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, saya menyadari bandara ini berada di pinggir laut. Begitu keluar bandara, rupanya bandara ini juga berada di kaki gunung, Gunung Gamalama.

Di kaki gunung, tampak ada bongkahan bukit batu besar di luar bandara "Itu material letusan Gunung Gamalama dulu, saya belum lahir," demikian kata seorang warga yang menawarkan jasa transportasi di bandara itu yang saya respons balik bertanya tentang bongkahan batu besar itu.

Sepanjang perjalanan dari bandara menuju Kota Ternate, Gunung Gamalama yang diselimuti hutan lebat ini selalu terlihat dan seperti menjadi pusat Kota Ternate. Raymond, sopir dan pemandu saya, atas undangan Bank Indonesia menjelaskan, Kota Ternate ini memang mengelilingi Gunung Gamalama.

Kota pulau ini juga masih menjadi produsen rempah-rempah sebagai andalannya, yakni cengkeh dan pala. Komoditas yang menjadi cikal bakal penjajahan di negeri ini, yang mengundang negara asing seperti Portugis dan Belanda berebut menguasainya.

"Di Gunung Gamalama itu banyak tanaman cengkeh sama pala. Harganya sudah gila-gilaan sekarang," kata Raymond.

Gunung berapi ini pada Februari 2014 lalu 'batuk-batuk', masih berstatus waspada. "Jalur pendakiannya masih ditutup," imbuhnya.

Jejak penjajahan juga terlihat di seantero Kota Ternate. Benteng-benteng peninggalan Portugis dan Belanda berada di sudut hingga pusat kota.

Raymond mengantarkan saya dan wartawan lain ke Benteng Tolukko yang dibangun Portugis.

"Yang paling besar, Benteng Oranje, itu dibangun Belanda. Benteng yang kecil-kecil banyak, ada sekitar 15 benteng. Tapi sayang yang kecil-kecil itu kurang terawat," imbuh Raymond.

Adanya kota ini juga tak lepas dari sejarah Kesultanan Ternate, salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara yang cikal bakalnya sejak tahun 1257. Kesultanan Ternate ini meraih kejayaan dari perdagangan rempah pada paruh abad ke-16, sebelum akhirnya diacak-acak penjajah.

Kini, meski peran Kesultanan Ternate tak lagi sentral dalam pemerintahan, namun sangat berperan dalam menjaga adat dan budaya. Istana Kesultanan Ternate masih berdiri kokoh di depan alun-alun kota.

Kesultanan Ternate kini di bawah tampuk Sultan Mudaffar Sjah dan permaisurinya, Boki Nita Budhi Susanti. Sultan memilih memperjuangkan kesejahteraan di daerahnya melalui jalur politik. Mudaffar tercatat sebagai anggota DPD/MPR. Mudaffar akan maju lagi menjadi caleg DPD
tahun ini, langkah yang juga diikuti sang permaisuri.



  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama
  • Ternate, Kota Rempah dan Sejarah di Kaki Gunung Gamalama

(nwk/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed