DetikNews
Kamis 13 Mar 2014, 11:43 WIB

Petaka Cinta Segitiga

Ade Sara di Pusaran Cinta Segitiga

- detikNews
Ade Sara di Pusaran Cinta Segitiga Hafitd dan Syifa.
Jakarta - Ada sepucuk surat dariku, kelak sesampainya nanti di Surga, mungkin akan kau baca. Maha ajaib Tuhan, kau kini aman dalam pelukanNya. TanganNya yang penuh kemenangan sudah menyelamatkan satu lagi Mahakarya.

Dalam cinta, aku bergeming.
Dalam doaku, namamu teriring,
Selamat jalan Ade Sara Angelina Suroto

Sepenggal surat cinta di atas ditulis oleh Stella Maliangkay di blog pribadinya http//setengahlimasore.blogspot.com/. Dia merasa kehilangan sosok Ade Sara Angelina Suroto (19 tahun) yang ditemukan tewas pada Kamis (6/3) pekan lalu.

Stella adalah teman sebangku Sara saat keduanya duduk di Kelas X SMA 36 Jakarta. Sejak kabar pembunuhan Sara terkuak, Stella mengaku terpukul. Wanita yang kini kuliah di Bandung tersebut tak keluar kamar selama dua hari terakhir.

Dia juga tak sanggup melayat jenazah Sara atau hadir di pemakamannya. Hanya ibunya yang datang ke kediaman Sara dan menyampaikan bela sungkawa. "Pesannya, Sara anak cantik yang baik, sayang orang tua, selamat jalan ya. Maafin Stela nggak bisa ke sini," cerita Stella menirukan bisikan ibunya pada jenazah Sara, saat diwawancarai detikcom, Jumat (7/3/2014).

Ade Sara Angelina Suroto tewas di tangan dua sahabat dekatnya, Ahmad Imam Al-Hafitd (19 tahun) dan Assyifa alias Syifa (19 tahun). Sara sempat mendapat siksaan selama tujuh jam sebelum akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir.

"Sebelum dibuang korban disiksa oleh kedua tersangka di dalam mobil," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bekasi Komisaris Polisi Nuredy Irwansyah, Jumat (7/3/2014).

Rabu (12/3) kemarin, Hafitd dan Syifa menjalani pemeriksaan psikologi di Markas Polda Metro Jaya Jakarta. Pemeriksaan psikologi dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan kedua tersangka, baik sebelum maupun sesudah melakukan pembunuhan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan pembunuhan terhadap Ade Sara didasari atas cinta segitiga. Hafitd dan Sara sebelumnya sempat menjalin cinta. Namun Sara memutus secara sepihak.

Dalam perkembangan selanjutnya, Hafitd berpacaran dengan Syifa. Namun Hafitd masih kerap berusaha menghubungi Sara. Karena sering tak direspon Hafitd pun sakit hati. Sementara Syifa juga ikut membunuh karena didorong rasa cemburu kepada korban, yang takut kehilangan cinta Hafitd. Kedua tersangka kemudian merencanakan pembunuhan itu sepekan sebelum korban dieksekusi.

Kasus tewasnya Sara menambah daftar panjang pembunuhan akibat cinta segitiga. Pada 6 Januari 2013 Ina alias Yenny (33 tahun) tewas di tangan Ferry, sang kekasih. Ferry mengaku membunuh Ina di kosannya Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat karena dibakar api cemburu.

Pada Oktober 2013 lalu Holly Angela Ayu ditemukan tewas di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Pembunuhan Holly diduga melibatkan suami sirinya Gatot Supiartono. Holly meminta Gatot menceraikan istri pertamanya, Herbudiati.

Guru Besar Kriminolog dari Universitas Indonesia Tubagus Ronny Nitibaskara mengatakan, dalam beberapa kasus pembunuhan karena cinta segitiga cenderung lebih sadistis. Naluri membunuh muncul karena sakit hati dari persoalan cinta yang tidak memiliki obat.

Perasaan kecewa karena gagalnya hubungan cinta segitiga bisa menjadi contohnya. Meski pelaku sekalipun sudah memiliki keluarga atau istri tidak menjamin pola pikirnya rasional. Terkesan memang sepele, tapi justru kata dia persoalan ini yang beberapa kali memunculkan kematian menghebohkan.

“Tidak mudah memang memiliki jawaban tunggal dalam persoalan ini, Tapi, rasa benci akibat cinta segitiga itu bisa muncul, mengeluarkan agresifitas luar biasa,” kata Ronny kepada detikcom, Rabu (12/3) kemarin.

  • Ade Sara di Pusaran Cinta Segitiga
    Hafitd dan Syifa.
  • Ade Sara di Pusaran Cinta Segitiga
    Hafitd dan Syifa.

(erd/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed