DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Jumat 11 Oct 2013, 14:35 WIB

Detik-detik Saat Holly Disergap dan Dibunuh di Apartemennya

- detikNews
Detik-detik Saat Holly Disergap dan Dibunuh di Apartemennya Alm. Holly Angela Ayu (foto: dok. keluarga).
Jakarta - Holly Angela Ayu dianiaya hingga tewas di Apartemen Kalibata City, Senin 30 September lalu. Elriski yang diduga salah seorang pelakunya ditemuka tewas di pelataran apartemen dan dua lainnya melarikan diri.

Detik-detik pembunuhan Holly ini berlangsung sangat cepat, namun begitu menegangkan. Berikut detik-detik menegangkan saat Holly dibunuh oleh Elriski dan temannya, Rusky.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan menjelaskan, saat kejadian 30 September 2013 lalu, sekitar pukul 21.30 WIB, Holly baru saja tiba di apartemennya. Saat itu, Holly baru pulang dari rumah ibu asuhnya di Cibubur.

Di lorong apartemen menuju ke kamarnya, Holly berjalan sambil berkomunikasi lewat telepon dengan ibu asuhnya itu. Saat itu, Holly mengenakan kaos warna kuning berlapis jaket dan celana jins. Kedatangan Holly ke apartemennya ini terekam CCTV.

\\\"Kemudian, pas masuk Holly buka kunci. Nah dia itu masih telepon-teleponan sama ibu angkatnya,\\\" kata Herry, Jumat (11\/10\/2013).

Namun Holly rupanya tidak mengetahui kalau di dalam kamarnya itu, ternyata sudah ada dua orang \\\'tamu tak diundang\\\' yang sudah menantinya. Salah satunya adalah Elriski Yudhistira, pria yang ditemukan tewas di pelataran taman tower Ebony pada hari yang sama.

\\\"Mereka sudah masuk lebih dahulu ke kamar Holly dengan menggunakan kunci kamar Holly yang sudah diduplikat,\\\" kata Herry.

Detik-detik menegangkan pun terjadi. Klik! Begitu Holly masuk ke dalam kamar, pelaku yang sudah bersiap-siap ini kemudian menarik Holly dan membekapnya.

\\\"Begitu Holly masuk, dua orang ini langsung menarik Holly dan membekapnya,\\\" kata Herry.

Holly yang saat itu masih berkomunikasi dengan ibu asuhnya dengan spontan berteriak minta tolong. Teriakan ini kemudian membuat ibu asuhnya cemas. Ibu asuh Holly kemudian menghubungi teman-teman Holly yang juga tinggal di apartemen Kalibata City.

Teriakan Holly dan suara rintihan Holly yang kesakitan itu juga didengar oleh tetangga Holly. Pria tersebut kemudian turun ke bawah dan melapor ke sekuriti.

Pertolongan belum tiba, pelaku sudah menyiksa Holly. Holly dipukul besi 50 cm di bagian wajah dan sekujur tubuhnya. Kepala Holly sobek dan darahnya mengucur. Holly pun mulai melemah dan teriakannya sudah tidak terdengar lagi.

Teman-teman Holly dan sekuriti yang datang pada detik-detik setelah Holly dianiaya, kemudian mencoba mencongkel pintu dengan linggis. Namun upaya itu tidak berhasil, sehingga para saksi mendobrak pintu tersebut.

\\\"Kedatangan saksi ini kemudian didengar Elriski dan temannya itu, mereka panik dan mencoba melarikan diri,\\\" kata Herry.

Teman Elriski berhasil meloloskan lebih dulu dengan merayap ke unit 09AS yang berada tepat di samping unit Holly. Teman Elriski ini kemudian melompat ke balkon unit 09AS.

\\\"Nah saat Elriski mau ikut ke situ, dia terpeleset dan jatuh, lalu mayatnya ditemukan di pelataran apartemen,\\\" kata dia.

Sementara itu, teman Elriski bersembunyi di kamar 09AS. Beberapa saat setelah saksi mengevakuasi Holly, pelaku turun ke lantai 08AS dengan menggunakan handuk kain pel yang dijemur di kamar 09AS.

\\\"Dia lalu masuk ke kamar 08AS, kamar itu kosong, gak ada barang-barang di dalamnya,\\\" imbuhnya.

Pelaku kemudian memecahkan kaca pintu balkon dan kemudian berdiam diri di situ selama beberapa jam. Pelaku kemudian mencoba meloloskan diri dari dalam kamar dengan cara mendobrak pintu uni 08AS.

\\\"Lalu dia keluar lewat lift,\\\" tukasnya.



(mei/lh)
Komentar ...
News Feed