DetikNews
Senin 09 Sep 2013, 15:53 WIB

Cairkan Cheque Senilai Rp 680 Juta, BII Dipolisikan Nasabahnya

- detikNews
Jakarta - Yarnis Nasir melaporkan Bank Internasional Indonesia (BII) cabang Juanda, ke Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Dia menuduh BII mencairkan 7 lembar cheque palsu senilai Rp 681.100.000 dari rekeningnya.

\\\"Yang mana, cheque yang dicairkan senilai Rp 681.100.000 itu tidak pernah dicairkan oleh klien kami, tetapi kemudian pada akhir bulan April 2013, tercatat ada pencairan dana itu di rekening koran klien kami. Di sini BII ada dua kali mencairkan cheque dengan nomor urut yang sama,\\\" jelas Radhie Noviadi Yusuf, pengacara Yarnis di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (9\/9\/2013).

Radhie mengatakan, uang tersebut adalah milik PT Daeyu, perusahaan yang bergerak di industri garmen yang berlokasi di Bekasi. Yarnis adalah Direktur Keuangan pada PT Daeyu.

Dijelaskan Radhie, pencairan cheque itu diketahui Yarnis setelah melihat rekening koran pada 30 April 2013 silam. Dalam rekening koran tersebut, tercatat ada dana senilai total Rp 681.100.000 yang dicairkan melalui cheque bernomor urut 987919-987925.

\\\"Padahal nomor cheque tersebut sudah dicairkan oleh klien kami, kecuali yang cheque nomor 987621 itu tidak pernah dikeluarkan dan masih disimpan dalam buku cheque dengan coretan \\\'Batal\\\',\\\" jelas Radhie.
Cheque tersebut, kata dia, dicairkan tanpa sepengetahuan kliennya untuk ke dua kalinya pada tanggal 25-26 April 2013 dan 29 April 2013 dengan nominal yang bervariasi mulai dari Rp 95 juta hingga Rp 98 juta.

\\\"Total kerugiannya Rp 681.100.000. Kita meminta pertanggung jawaban BII, kok bisa cheque yang sudah dicairkan kemudian muncul lagi dan dicairkan kembali,\\\" ucapnya.

Radhie mengakui, bahwa kliennya sebelumnya telah mencairkan dana melalui cheque sebanyak 6 lembar, bernomor urut 987919, 987920, 987922, 987923, 987924 dan 987925. Pencairan cheque dengan nomor urut tersebut, dilakukan Yarnis pada tanggal 10 April 2013.

\\\"Totalnya itu tidak sampai Rp 681 juta, dananya juga kecil-kecil yang dicairkan itu, cuma Rp 2 juta sampai belasan juta saja. Paling besar Rp 22 juta,\\\" ujarnya.

Radhie melanjutkan, transaksi pencairan atas 6 lembar cheque itu dilakukan melalui staf PT Daeyu bernama Mustakim.

Ia menambahkan, pihaknya sudah meminta penjelasan dari BII terkait hilangnya dana senilai Rp 681.100.000 itu. \\\"Namun pihak BII hanya mengatakan bahwa mereka sudah sesuai prosedur dan menolak mengembalikan uang klien kami,\\\" imbuhnya.

Kecewa atas pelayanan BII, Yarnis didampingi kuasa hukumnya melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi bernomor TBL\/3115\/IX\/2013\/PMJ\/Ditreskrimsus, Yarnis melaporkan pihak BII dengan dugaan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan jo 378 KUHP tentang penipuan jo 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 47 a atau pasal 50 UU No 7 tahun 1992 tentang perbankan.

\\\"Kita tidak tahu siapa yang sudah mencairkan cheque tersebut sehingga klien kami mengalami kerugian. Kita meminta pihak polisi mengusutnya,\\\" pungkasnya.


(mei/lh)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed