DetikNews
Senin 10 Jun 2013, 18:31 WIB

Ruang Navigasi Bandara Tarakan Disegel Warga Terkait Sengketa Lahan

- detikNews
Samarinda - Dua kelompok masyarakat yang bersengketa lahan menyegel ruang radar dan navigasi Bandara Juwata, Tarakan, Kalimantan Utara. Keselamatan penerbangan dari dan menuju Tarakan, terancam tanpa berfungsinya radar dan navigasi.

Aksi kedua kelompok masyarakat itu dilaporkan pihak Bandara Juwata ke Polres Tarakan lantaran petugas bandara tidak diperbolehkan menggunakan ruang radar dan navigasi bandara.

\\\"Benar disegel dan lapor ke kita 2 hari lalu. Keterangan sementara dari pelapor (Bandara Juwata), ruang radar dan navigasi itu tidak boleh digunakan selama proses putusan sengketa lahan belum selesai di Mahkamah Agung,\\\" kata Kapolres Tarakan AKBP Desman Sujaya Tarigan, ketika dihubungi detikcom, Senin (10\/6\/2013).

Menurut Desman, dalam laporan pelapor, 2 kelompok masyarakat menyebutkan lahan lokasi berdirinya bangunan ruang radar dan navigasi Bandara Juwata, berada dalam proses sengketa. Pihak bersengketa, meminta ganti rugi puluhan miliar.

\\\"Persoalan sengketa lahan dimana di atas berdiri bangunan ruang radar dan navigasi bandara. Pihak yang bersengketa meminta ganti rugi Rp 30 miliar,\\\" ujar Desman.

\\\"Ini sebenarnya sudah persoalan lama dan sudah dimediasi oleh berbagai pihak. Tapi, ada pihak-pihak yang memaksakan kehendaknya hingga muncul angka tuntutan ganti rugi Rp 30 miliar. Kenapa baru disoal sekarang? Kenapa tidak sejak awal pembangunannya?\\\" sebut Desman heran.

Meski begitu, Desman menggarisbawahi, bahwa Bandara Juwata beserta fasilitas yang dimilikinya merupakan objek vital nasional. Siapapun, tidak berhak dan tidak boleh menutup penggunaan fasilitas obyek vital yang bertentangan dengan hukum.

\\\"Kita masih mendalami soal ini. Tidak boleh dan dilarang tegas asal tutup (segel) karena itu fasilitas pelayanan publik yang penting,\\\" tegas Desman.

\\\"Saya imbau masyarakat tidak mengambil langkah sendiri-sendiri karena perbuatan itu (menyegel ruang radar dan navigasi) bukan hak kita. Ada masalah perdata, mari kita tempuh jalur hukum, menanti putusan pengadilan,\\\" terang Eesman.

Sementara Kabag Umum Bandara Juwata Tarakan Joni Rikani ketika dihubungi terpisah, enggan berkomentar terkait penyegelan ruang radar dan navigasi, yang berujung pada terancamnya keselamatan penerbangan dari dan menuju Bandara Juwata, tanpa beroperasinya radar dan navigasi bandara.

\\\"Silakan tanya langsung ke Bapak Kepala Bandara (Syamsul Bandri),\\\" kata Joni.

Syamsul Bandri yang dihubungi melalui telepon selularnya, baik saat ditelepon maupun melalui pesan singkat, belum berhasil dikonfirmasi terkait aksi penyegelan tersebut.


(try/try)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam", Senin sampai Jumat pukul 00.30 - 01.00 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed