DetikNews
Senin 03 Jun 2013, 09:59 WIB

Korban Trafficking Ini Butuh Waktu 10 Tahun Mencari Keadilan di Pengadilan

- detikNews
Jakarta - Rumor lamanya mencari keadilan lewat pengadilan bisa jadi benar. Seperti terjadi atas korban perdagangan manusia (trafficking) di Dumai, Riau yang mengajukan gugatan tahun 2001 dan baru diputus berkekuatan hukum sepuluh tahun kemudian.

\\\"KY menyesalkan masih adanya proses persidangan yang demikian lama. Apalagi ada adagium keadilan yang tertunda adalah ketidakadilan juga,\\\" kata juru bicara Komisi Yudisial (KY), Asep Rahmat Fajar kepada wartawan, Senin (3\/5\/2013).

Berikut perjalanan panjang kasus tersebut sesuai salinan putusan kasasi nomor 137 K\/Pdt\/2008:

3 Februari 2000<\/strong>
Tiga anak perempuan dijual ke Mami Marni, pengelola tempat hiburan malam di Dumai, Riau. Mereka pun dipaksa menjadi pelacur dengan upah Rp 50 ribu sekali kencan. Hal ini berjalan hingga satu bulan lamanya.

Maret 2000<\/strong>
Polisi menggerebek lokalisasi tersebut.

17 Juli 2000<\/strong>
Anak buah mami marni dijatuhi hukuman 2 tahun penjara atas kasus itu. Adapun Mami marni lolos dari jerat hukum.

Lantas, orang tua korban mengajukan gugatan perdata atas apa yang dialami anak-anaknya. Keluarga korban menggugat kerugian materil Rp 130,7 juta dan kerugian immateril Rp 200 juta. Marni dan anak buahnya dinilai menghancurkan masa depan akan-anak dan keperawanan anak perempuan mereka.

19 Apil 2001<\/strong>
PN Medan memvonis Mami Marni telah melakukan perbuatan melawan hukum. PN Medan menjatuhkan hukuman Mami Marni dan anak buahnya membayar ganti rugi sebanyak Rp 30 juta.

14 November 2001<\/strong>
Pengadilan Tinggi Medan dalam nomor perkara 421\/Pdt.G\/2000\/Pn.Mdn menguatkan vonis PN Medan tersebut.

22 April 2002<\/strong>
Salinan putusan diserahkan kepada Mami Marni

6 Mei 2002<\/strong>
Mami Marni lewat kuasa hukumnya mengajukan permohonan kasasi secara lisan yang tertuang dalam akta permohonan kasasi 41\/Pdt\/Kasasi\/2002\/Pn.Mdn

20 Mei 2002<\/strong>
Mami Marni mengajukan memori kasasi dan diterima PN Medan

22 Mei 2002<\/strong>
Orang tua korban traficcking menerima memori kasasi Mami Marni

5 Juni 2002<\/strong>
Orang tua korban pelacuran itu mengajukan kontra memori kasasi

3 Januari 2011<\/strong>
MA dengan ketua majelis Imron Anwari dengan anggota Timur Manurung dan Hakim Nyak Pha memutuskan perkara kasasi itu. Dalam putusan bernomor 137 K\/Pdt\/2008, MA memutusan diperbaiki sepanjang kualifikasi kerugian.

\\\"Kerugian materil Rp 10 juta. Sedangkan kerugian immateril Rp 20 juta untuk kerugian moril karena takut, tertekan atau rasa malu serta kerugian masa depan secara sosial masyarakat,\\\" putus MA dengan panitera pengganti Soeroso Ono.



(asp/van)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam", Senin sampai Jumat pukul 00.30 - 01.00 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed