DetikNews
Rabu 29 May 2013, 10:15 WIB

Praperadilankan Polri, Antasari Minta SMS \'Gelap\' Diungkap

- detikNews
Jakarta - Antasari Azhar pagi ini keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan muncul di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Mantan Ketua KPK ini menggugat penghentian penyidikan pengirim SMS \\\'gelap\\\' kepada Nasrudin Zulkarnaen.

Antasari datang pukul 09.00 WIB di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Rabu (29\/5\/2013), didampingi sejumlah pengacaranya. Sampai pukul 10.00 WIB, Antasari yang mengenakan kemeja warna merah hati ini masih berada di ruang tunggu berbincang dengan kuasa hukumnya.

Bada akhir bulan lalu, tim kuasa hukum Antasari Azhar mendaftarkan permohonan pemeriksaan praperadilan atas penghentian penyidikan pengirim SMS \\\'gelap\\\' kepada Nasrudin Zulkarnaen ke PN Jaksel. Mereka meminta agar majelis hakim memutus supaya polisi melanjutkan pengusutan kasusnya. \\\"Ini pra peradilan pertama. Kalau nanti dikabulkan berarti polisi harus melanjutkan penyidikan,\\\" kata kuasa hukum Antasari, Boyamin Saiman kepada wartawan, di Jakarta, Senin (29\/4\/2013).

Menurut Boyamin, permohonan pemeriksaan praperadilan ini ditujukan Polri. Bonyamin mengatakan termohon tidak melakukan rangkaian penyelidikan dan atau penyidikan terhadap laporan pemohon padahal telah ada tanda bukti laporan no TBL\/345\/VIII\/2011\/BARESKRIM tanggal 25 Agustus 2011 terhadap laporan Kepolisian No Pol : LP\/555\/VIII\/2011\/BARESKRIM. Laporan dengan tuduhan Pasal 35 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Penyidikan atas laporan tersebut tidak mendapat respon dari kepolisian. Padahal menurut Boyamin jika polisi berhasil mengungkap siapa sebenarnya yang mengirim sms terbut maka hal tersebut bisa dijadikan bukti baru bagi Antasari untuk mengajukan PK atas perkaranya.

Boyamin mengatakan, pihak Antasari menyebut SMS tersebut \\\'gelap\\\' karena tidak diketahui siapa pengirimnya. Menurutnya tuduhan bahwa Antasari mengirim sms tersebut ke PT Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nazrudin Zurkarnain yang tewas ditembak itu adalah tidak benar.

Adapun SMS yang dipersoalkan Antasari itu berbunyi \\\'Maaf mas masalah ini yang tahu kita berdua, kalau sampai terblow up tahu konsekuensinya\\\'. SMS tersebut dikirim ke Nasrudin pada awal Februari 2009 lalu sebelum Nasrudin terbunuh.

SMS tersebut yang kemudian dijadikan sebagai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang dakwaan Antasari Azhar yang kemudian dijadikan dasar dan menyatakan Antasari sebagai penganjur atau otak terbunuhnya Nasrudin.

Kuasa hukum Antasari lainnya, Juniver Girsang mengatakan hasil analisis ahli Informasi dan Teknologi (IT) Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo, SMS tersebut bukan berasal dari HP milik Antasari.

\\\"Pak Agung Harsoyo di depan persidangan di bawah sumpah menerangkan bahwa pada CDR (Call Data Record) nomor telepon atas nama Almarhun Nasrudin Zulkarnaen tidak terbukti ada nomor HP Antasari Azhar, sehingga dapat disimpulkan bahwa SMS ancaman tersebut bukan berasal dari HP milik Antasari Azhar,\\\" jelas Jeniver.

Kini Antasari menjadi narapidana penjara 18 tahun Lapas Pria Klas 1 Tangerang akibat vonis inkrah dalam perkara pembunuhan Nazrudin dengan salah poin pembuktiannya adanya SMS tersebut. Antasari dihukum karena menjadi otak pembunuhan Nasrudin.


(fjp/asp)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed