DetikNews
Kamis 16 May 2013, 12:07 WIB

Ini Pembunuhan Sadis Ibrahim & Jurit yang Menanti Ajal di Nusakambangan

- detikNews
Ini Pembunuhan Sadis Ibrahim & Jurit yang Menanti Ajal di Nusakambangan ilustrasi (hasan/detikcom)
Jakarta - Ibrahim dan Jurit kini menanti ajal. Keduanya yang meringkuk di LP Nusakambangan tengah menunggu regu tembak untuk mengeksekusi dirinya atas perbuatan pembunuhan sadis yang dilakukan pada 1997 silam.

Berdasarkan putusan peninjauan kembali (PK) yang didapat detikcom, Kamis (16\/5\/2013), perbuatan kejam tersebut terjadi pada 16 Mei 1997. Ibrahim, Sofyan, Muhamad Dani dan Jurit berkumpul di sebuah sawah saat Matahari mulai terbenam.

Dalam mufakat jahat itu, mereka merencanakan membunuh Soleh. Pemicunya dendam Jurit kepada Soleh yang pernah menikamnya. Lantas, Ibrahim pun membagi tugas guna melakukan aksinya.

\\\"Ibrahim menjemput Soleh dengan sepeda dan membawa Soleh ke Gedung Dinamit di Jalan Promes, Gang Tani, Desa Sei Gerong, Kecamatan Mariana, Kabupaten Musi Banyuasin,\\\" papar jaksa penuntut umum (JPU).

Sesampainya di Gedung Dinamit, Soleh diminta jalan terlebih dahulu. Lalu Ibrahim mendahului Soleh dengan memanggul parang panjang di pundaknya. Usai mendahului Soleh, secepat kilat parang ditebaskan ke leher Soleh dua kali dan kepala Soleh pun terpisah dengan badannya.

Lalu muncullah Jurit yang telah menunggu dan menusuk dada Soleh dengan badik. Meski Soleh sudah tidak bernyawa lagi, Ibrahim masih membacoki tubuh Soleh.

\\\"Muhammaad Dani menusukkan pisau ke bagian perut Soleh dan Sofyan membacok punggung Soleh,\\\" papar jaksa.

Usai menghabisi nyawa Soleh, Sofyan, Dani dan Ibrahim menggali lubang untuk menguburkan Soleh. Namun sebelum dikuburkan, Jurit memutilasi Soleh yaitu memotong tangan kanan dan kaki kiri. Adapun Dani memotong tangan kiri Soleh.

\\\"Lalu mereka menguburkan Soleh tanpa kepala,\\\" ujar jaksa.

Terhadap kepala Soleh, Jurit membacok-bacok kepala Soleh hingga hancur. Lantas kepala Soleh yang sudah tidak berbentuk tersebut dikuburkan oleh Dani dan Sofyan di lobang yang terpisah bersama sisa potongan tubuh Soleh.

\\\"Lalu Jurit menghancurkan sepeda milik korban dan mengambil jaket korban. Setelah itu ditanamkan di dalam lumpur. Mereka mandi dan pulang ke rumah masing-masing,\\\" papar jaksa.

Atas pembunuhan keji ini, Pengadilan Negeri (PN) Sekayu pada 19 Februari 1998 menjatuhkan vonis mati bagi Ibrahim. Adapun Sofyan dan Dani divonis 20 tahun. Adapun Jurit divonis mati dalam perkara yang terpisah.

Putusan ini dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Palembang dan kasasi MA. Pada 22 Januari 2003, Ibrahim mengajukan PK pertama tetapi ditolak. Lantas, Ibrahim mengajukan PK kedua pada 12 April 2007 tetapi tidak dapat diterima.

\\\"PK untuk kedua kalinya yang diajukan Ibrahim tidak dapat diterima,\\\" putus MA pada 25 September 2007 oleh hakim agung Marinna Sutadi, Djoko Sarwoko dan Atja Sondjaja. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pejabat Kejagung soal rencana eksekusi ini.


(asp/nwk)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed