DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Senin 06 May 2013, 16:11 WIB

Jaksa Gunakan Ahli yang Sama untuk Sejumlah Terdakwa Kasus Chevron

- detikNews
Jakarta - Jaksa dari Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menghadirkan saksi ahli Edison Effendi untuk terdakwa kasus Chevron, Widodo. Sebelumnya Edison sudah dihadirkan sebagai saksi untuk dua terdakwa lain, dan akan kembali dihadirkan untuk terdakwa-terdakwa lainnya.

Dalam persidangan dengan terdakwa, Team Leader South Light North PT Chevron Kabupaten Duri Propinsi Riau, Widodo, di PN Tipikor Jakarta, Senin (6\/5\/2013), jaksa menghadirkan saksi Edison. Dalam pendapatnya selaku ahli, Edison menerangkan mengenai mekanisme bioremediasi, untuk membersihkan tanah yang telah terkontaminasi minyak bumi mentah.

Untuk persidangan pekan depan dengan terdakwa Manajer Lingkungan PT CPI Endah Rumbiyanti, Edison juga akan kembali dihadirkan. \\\"Selanjutnya kami akan menghadirkan saksi ahli Edison Effendi dan Prayitno,\\\" ujar jaksa Sugeng dalam persidangan terpisah hari ini.

Effendi dan Prayitno juga pernah dihadirkan sebagai ahli untuk terdakwa Direktur Utama Sumigita Jaya, Herlan dan Direktur PT Green Planet Indonesia, Ricky Prematuri. Sumigita dan PT GPI merupakan rekanan CPI untuk melakukan program bioremediasi.

Melalui nota pembelaan, Hotma Sitompul, penasihat hukum Direktur PT Sumigita Jaya, Herland bin Ompo yang duduk di kursi terdakwa. Hotma menyebut 2 ahli pernah dimintai keterangan penyidik kejaksaan dalam hari, tanggal dan waktu yang bersamaan.

\\\"Bagaimana mungkin memeriksa ahli dalam waktu yang sama, isinya mulai titik dan komanya sama untuk ahli itu,\\\" kata Hotma.

Dalam persidangan perkara yang sama dengan terdakwa Direktur PT Green Planet Indonesia, Ricksy Prematuri, status Edison sebagai ahli juga dipertanyakan. Penasihat hukum Ricksy, Najib Aligismar menyebut Edison pernah mewakili PT Riau Kemari dalam proses tender bioremediasi di PT Chevron. Namun perusahaan tersebut kalah tender.

Ricksy juga mempertanyakan kapasitas profesional Edison sebagai ahli. \\\"Atas dasar apa Kejagung menunjuk Edison Effendi, Bambang Iswanto dan Prayitno sebagai ahli? Padahal mereka tidak tercantum sebagai ahli di Kementerian Lingkungan Hidup atau jadi dewan pakar bioremediasi,\\\" kata Ricksy dalam persidangan dua pekan lalu.

Edison membantahnya. Dia mengaku hanya sebagai konsultan di PT Riau Kemari. \\\"Tidak ada nama saya di akta perusahaan,\\\" terangnya.

Hakim Sofialdi lantas bertanya kepada Edison mengenai keterlibatannya dalam tender di Chevron. \\\"Saya tak pernah ikut tender atau menjadi kuasa perusahaan manapun dan tak pernah ikut tender,\\\" jawabnya.

Belum diketahui apakah Edison akan juga dihadirkan untuk tigaterdakwa kasus bioremediasi lainnya. Kejagung menetapkan tujuh orang sebagai tersangka kasus ini, yakni Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS), Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau, Widodo, Team Leader SLS Migas, Kukuh Kertasafari, General Manager SLN Operation, Alexiat Tirtawidjaja, dan General Manager SLS Operation, Bachtiar Abdul Fatah. Seementara dari pihak perusahaan di luar PT CPI ada Direktur Utama Sumigita Jaya, Herlan dan Direktur PT. Green Planet Indonesia, Ricky Prematuri.




(fjp/asp)
Komentar ...
News Feed