DetikNews
Senin 29 Apr 2013, 19:07 WIB

Dubes Jerman Puji MK yang Mendapat Tempat di Hati Rakyat

- detikNews
Jakarta - Duta besar Jerman untuk Indonesia Georg Witschel mengunjungi Mahkamah Konstitusi (MK) dan ditemui Ketua MK Akil Mochtar. Di ruangan delegasi, dua tokoh beda kebangsaan ini membahas berbagai hal.

\\\"MK memiliki kehormatan yang tinggi dan sangat dihormati di Indonesia memiliki hal ini (rasa hormat), di luar negeri juga. Bisa seperti itu karena kerja profesional dan benar-benar netral dan ini sudah dibuktikan 10 tahun. Ini konsekuensinya MK punya tempat di hati rakyat Indonesia,\\\" kata Georg di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (29\/4\/2013).

Georg juga menyebutkan Jerman dan Indonesia memiliki MK yang secara konstruktif sangat mirip, termasuk dengan dasar undang-undangnya. Ia pun menyatakan keinginan untuk bekerja sama.

\\\"MK adalah badan hukum, mereka sangat penting, sama pentingnya seperti pemerintah dan parlemen. Saya sebagai Dubes Jerman ingin bekerja sama dengan mereka. Selain itu, saya berharap kerja sama yang sudah ada di antara dua MK dapat dilaksanakan waktu depan,\\\" ujar Georg dalam bahasa Jerman yang dialihbahasakan oleh penterjemah.

Sementara, selama berbincang-berbincang Georg sempat menyinggung sosis yang menjadi makanan favorit orang Jerman. Akil Mochtar juga sempat menanyakan tempat-tempat di Indonesia yang telah dikunjungi sang Dubes.

Pada akhir pertemuan, Georg memberikan cinderamata berupa buku tentang Jerman dengan maksud agar Akil bersedia kembali mengunjungi Jerman. Akil pun memberikan cinderamata berupa replika kereta sapi yang dianggap oleh Georg sebagai alat transportasi di wilayah tertentu di Indonesia.


(vid/asp)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed