DetikNews
Kamis 25 Apr 2013, 17:23 WIB

Pilgub Jateng

Cagub dan Cawagub Jateng Copoti Sendiri Spanduknya di Pepohonan

- detikNews
Semarang - Sebuah mobil Toyota Avanza hitam berhenti di sisi Jl. Simongan, Semarang. Seorang pria berbaju putih dan berambut putih keluar sambil membawa tang di tangan kanannya. Orang itu adalah Ganjar Pranowo yang langsung menuju spanduk besar bergambar dirinya yang terpasang di pohon.

Cagub Jateng yang diusung PDIP dan berpasangan dengan Heru Sudjatmoko itu dengan sigap mencabuti paku yang menancap di spanduk dan pohon angsana yang cukup besar. Dengan keringat yang bercucuran, spanduk berukuran 2x1 meter akhirnya berhasil dilepas oleh Ganjar kurang dari 5 menit.

\\\"Kita harus beri contoh pemasangan yang fair. Pemasangan tidak di pohon dan dipaku,\\\" kata Ganjar di sela mencabuti sisa paku yang masih menancap di pohon, Jl Simongan, Semarang, Kamis (25\/4\/2013).

Usai melepas spanduk besar, ternyata tidak jauh dari situ terdapat spanduk kecil yang juga menancap di pohon. Ia pun segera mencabuti paku dan melepasnya.

Aksi Ganjar tersebut sempat menarik perhatian para pengguna jalan, mereka melambaikan tangan dan memanggil nama pria berambut putih itu yang kemudian membalas dengan salam metal khas PDIP. Bahkan sejumlah bocah yang kebetulan lewat berebut untuk bisa mencium tangan.

\\\"Kita mau les komputer, Pak Ganjar,\\\" kata salah seorang anak.

Mantan wakil ketua komisi II DPR RI itu mengatakan, sejauh perjalanannya selama ini berkeliling Jawa Tengah, masih banyak spanduk sosialisasi yang diletakkan di tempat yang menurutnya merusak estetika, contohnya menancapkannya di pohon.

\\\"Sebenarnya yang bersemangat itu teman-teman sehingga memasang sak akeh-akehe (sebanyak-banyaknya). Mereka yang memasang mungkin tidak tahu kalau ada nilai estetikanya,\\\" tandas Ganjar.

Seharusnya, lanjut Ganjar, KPU menentukan lokasi tertentu yang boleh dipasangi alat peraga pemilu seperti spanduk sehingga kandidat calon tidak harus boros dan dapat menjaga nilai estetika.

\\\"Coba di Semarang sebutkan saja 500 titik, nanti rakyat yang mendatangi. Jadi tidak sembarangan,\\\" tegasnya.

\\\"Dulu waktu ikut menyusun UU pemilu, saya usul ada pembatasan pemasangan gambar. Sayangnya tidak ada yang setuju,\\\" imbuh Ganjar.

Ia menambahkan, selain tidak memasang di pohon dengan cara dipaku, pemasangan spanduk tidak ada yang diperbolehkan melakukan dengan terselubung.

\\\"Terselubung, misalnya menggunakan gambar-gambar besar sedang beraktifitas. Misalnya, gambar saya sedang di DPR. Sebaiknya yang begitu-begitu itu jadikan satu koridor,\\\" jelas Ganjar.

Spanduk bergambar Ganjar dan pasangannya Heru Sudjatmoko yang menancap di pohon rencananya akan seluruhnya dilepas. Meski demikian Ganjar mengaku jika hal tersebut butuh waktu yang tidak sebentar. \\\"Ini persebarannya tinggi, butuh waktu. Ini dipindah, banyak yang minta kok,\\\" kata Cagub Jateng nomor urut tiga itu.

Aksi copot spanduk tersebut berlangsung sekitar 30 menit di Jl Simongan. Saat akan masuk ke mobil, Ganjar masih sibuk melayani permintaan foto bersama oleh warga yang kebetulan melintas.

Di waktu yang hampir bersamaan, Cawagub Jateng nomor urut dua, Sudijono Sastroatmodjo, juga menurunkan spanduk bergambar dirinya dan pasangannya, incumbent Gubernur Jateng Bibit Waluyo, yang terpasang di pohon. Aksinya tersebut dilakukan di Jl Papandayan. Ia tidak menemukan spanduk yang dipaku di pohon.

\\\"Kami sudah mengimbau, agar tidak ditempel di pohon dengan cara dipaku. Kebetulan tidak ada yang dipaku, namun memasangnya dengan kawat dan tali,\\\" kata mantan rektor UNNES itu.

Dengan dilepasnya spanduk yang berada di pohon, itu berarti alat sosialisasi pasangan Bibit Waluyo - Sudijono Sastroatmodjo akan berkurang. Meski demikian pihaknya tidak khawatir akan hal itu.

\\\"Yang penting, kami mengingatkan kalangan tim sukses untuk menaati aturan pemasangan atribut. Jangan merusak pohon,\\\" tutupnya.

Ganjar dan Sudijono mencabuti spanduk dan poster karena sebelumnya mereka pernah meminta pendukung maupun tim sukses agar tidak memasang alat peraga kampanye di pohon. Namun ternyata permintaan itu tidak dilakukan secara menyeluruh. Akhirnya mereka turun tangan dan mencabuti sebagian spanduk dan poster tersebut.



(alg/try)
-
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed