DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Selasa 02 Apr 2013, 15:37 WIB

RUU KUHP

Ini Sisi Positif & Negatif Pasal Santet Versi Perumus

- detikNews
Jakarta - Meski pasal santet menuai kontroversi, ternyata rancangan ini dinilai memiliki sesuatu yang positif. Pakar hukum pidana UI Prof Dr Ronny Nitibaskara mengatakan penerapan pasal santet bisa melindungi orang-orang yang difitnah melakukan santet.

\\\"Karena dengan adanya itu maka mereka yang difitnah melakukan santet tidak bisa dimain hakim sendiri,\\\" jelas Ronny dalam diskusi \\\'Pasal Santet Dalam Naskah Revisi UU KUHP\\\' di Gedung DPR Lantai 17, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (2\/4\/2013).

Gejala sosial yang terjadi saat ini adanya sistem main hakim sendiri pada pelaku santet. Bahkan, untuk menyingkirkan orang yang tidak disukai bisa melakukan dengan cara memfitnah seseorang yang dituding melakukan santet.

\\\"Jadi kalau kita tidak suka atau ingin menyingkirkan orang lain, kita tinggal fitnah orang itu melakukan santet lalu dia dihakimi. Oleh karena itu, pasal ini diperlukan untuk mencegah gejala sosial seperti itu,\\\" papar Ronny.

Tetapi, Ronny yang dilibatkan dalam pembuatan RUU KUHP ini mengaku pasal santet ini ada sisi negatifnya. Menurutnya, draft pasal 293 RUU KUHP ini tidak disusun dengan delik materil.

\\\"Saya tidak menyarankan penyusunan delik santet yang mengacu pada perumusan yang bersifat materil karena adanya kendala pembuktian. Yang dipidana bukan pembunuhan terselubung oleh tukang santet, melainkan perbuatan mereka yang mengganggu ketertiban umum,\\\" pungkasnya.


(rvk/asp)
Komentar ...
News Feed