DetikNews
Kamis 21 Mar 2013, 15:50 WIB

Berkaca Kasus Maia-Ahmad Dhani, UU Arbitrase Diusulkan Direvisi

- detikNews
Bandung - Ketua Komisi Yudisial (KY) Eman Suparman mengusulkan UU yang mengatur soal arbitrase untuk diubah. Eman menyontohkan kasus Maia-Ahmad Dhani yang tidak perlu masuk ke pengadilan apabila UU Arbitrase sudah memfasilitasinya.

Oleh karenanya, bidang sengketa arbitrase yang terbatas pada sengketa perdagangan agar dijadikan untuk seluruh bidang sengketa.

\\\"Saya mengusulkan amandemen karena rezim yang dianut oleh UU Arbitrase yang sekarang ada itu terbatas. Eksplisit hanya menyebut sengketa yang bisa diselesaikan dengan arbitrase adalah sengketa perdagangan. Seharusnya semua sengketa boleh,\\\" ujar Eman.

Hal ini disampaikan dalam acara Seminar dan Sosialisasi \\\'Arbitrase sebagai Solusi Penegakan Keadilan dalam Mewujudkan Peradilan yang Agung\\\' di Auditorium Perpustakaan Fakultas Hukum Unpad, Jalan Dipati Ukur, Kamis (21\/3\/2013).

Menurutnya, perluasan bidang sengketa yang bisa diselesaikan dengan arbitrase akan berdampak pada berkurangnya jumlah perkara yang masuk ke pengadilan. Begitu juga perkara kasasi ke MA.

\\\"Itu gunanya sengketa yang masuk di pengadilan dan kemudian kasasi di MA itu semakin berkurang kalau masyarakat mengenal lembaga penyelesaian sengketa selain pengadilan. Makanya UU nya harus dibenahi. Bermanfaat dalam mengurangi jumlah perkara yang masuk ke pengadilan,\\\" jelas guru besar Unpad ini.

Jika nantinya semua bidang bisa diselesaikan melalui arbitrase maka menurutnya akan lebih baik jika Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) menjadi satu atap bagi seluruh sengketa.

\\\"Arbitrase yang ada seperti arbitrase olahraga dan lainnya yang saat ini ada itu harusnya terintegrasi. Ada di satu atap, tapi nanti bidang atau orangnya saja yang terpisah,\\\" kata Eman.

Poin lainnya yang perlu diubah, yaitu adanya celah yang memungkinkan pengadilan membatalkan hasil arbitrasi. Sehingga posisi arbitrasi yang seharusnya menjadi lembaga mandiri menjadi lemah karena ada dibawah bayang-bayang pengadilan. Usulan amandemen UU Arbitrase tersebut dikatakan Eman akan sampaikan ke Baleg DPR.

\\\"Seharusnya putusan arbitrasi itu final dan mengikat, jangan lagi ada pemeriksaan atas sengketa itu. Selama ini, itu terjadi karena UU yang membuka peluang untuk itu. Ada pasal yang merugikan hingga arbitrasi tidak mandiri. Ketidakpahaman hakim soal arbitrasi itu akan jadi tugas KY,\\\" terang Eman.

Bahkan ia menyebut, kasus seteru Ahmad Dhani dan Maia Estianti seharusnya bisa di arbitrase sehingga tak berkepanjangan seperti ini.

\\\"Ahmad Dhani mengajukan talak pada Maia dan juga meminta hak asuh pada ketiga anaknya. Tapi yang dikabulkan hanya permohonan talaknya saja. Sementara kuasa atas anaknya tidak dikabulkan. Ahmad Dhani pun tidak menerima putusan itu. Sampai sekarang Ahmad Dhani statusnya belum bercerai, tapi dia juga menafkahi Maia. Kalau begini yang dosa pengadilan atau Ahmad Dhani? Padahal seharusnya kasus ini bisa diselesaikan dengan arbitrase. Tidak perlu terbuka untuk umum,\\\" pungkas Eman.



(ern/asp)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed