DetikNews
Rabu 27 Feb 2013, 14:59 WIB

BNN Tangkap Perwira di Semarang Saat Ambil Pesanan Sabu

- detikNews
Semarang - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menangkap oknum perwira Polda Jateng berpangkat Iptu, HPW bersama rekannya GS saat mengambil pesanan sabu. Selain dua orang itu, ada enam orang juga yang ditangkap BNNP Jateng.

Kepala BNNP Jateng, Soetarmono mengatakan penangkapan berlangsung hari Senin (25\/2) lalu. Awalnya pada pukul 09.00 WIB, BNPP mendapat laporan akan ada transaksi sabu di depan rumah di Jl Karangwulan Timur, Semarang.

\\\"Setelah menunggu seharian, pada pukul 18.30 WIB ada dua pria mengambil bungkusan lakban coklat yang ditempel di pohon ke dua dari empat pohon,\\\" kata Soetarmono di Kantor BNNP Jateng, Jl Madukoro Semarang, Rabu (27\/2\/2013).

Diketahui dua orang itu adalah Iptu HPW dan rekannya GS. Oknum perwira Polda tersebut sempat membuang bungkusan sabu seberat satu gram. Namun akhirnya bisa kembali ditemukan lagi.

\\\"Apes itu, tertangkap saat ambil barang sendiri di TKP. Waktu penangkapan juga tidak menduga kalau ternyata HPW,\\\" imbuhnya.

Kemudian pada pukul 21.00 WIB, lanjut Soetarmono, dilakukan penggeledahan di rumah kontrakan HPW di Jl Telaga Bodas Semarang. Di rumah itu, pacar HPW yaitu UI ditangkap BNN.

\\\"Ditemukan barang bukti berupa bong serta pipet bekas pakai narkoba,\\\" tandasnya.

Dari pengembangan penangkapan HPW, kurir yang diketahui menaruh sabu di pohon akhirnya juga berhasil ditangkap. Kurir tersebut adalah AS dan temannya S yang ditangkap di tempat kosnya di Jl Peterongan Timur Semarang. Dari rumah kos itu ditemukan sisa pemakaian sabu, sebuah bong dan satu bubuk di dalam pipet yang hingga saat ini masih dalam proses laboratorium karena diduga narkotika.

\\\"Setelah dilakukan tes urine kepada HPW, GS, UI, AS dan S, semuanya positif memakai sabu dan ekstasi,\\\" lanjutnya.

Dari pengembangan, diketahui peredaran sabu ini dikendalikan oleh tiga orang napi di LP Klas 1 Kedungpane, Semarang. Mereka adalah SYI, A, dan YPSD. Dari penggeledahan di dalam LP, ditemukan ATM, alat komunikasi dan lima butir pil diduga ektasi.

\\\"YPSD adalah napi narkoba yang akan bebas pada 20 Maret 2013 besok,\\\" katanya.

Modus pemesanan menurut Soetarmono sudah cukup canggih karena menggunakan sistem e-banking. YPSD biasanya mendapatkan pesanan dari pelanggan di luar LP. Jika kehabisan barang, maka ia akan membeli kepada A dan SYI.

Dalam kasus Iptu HPW ini, YPSD mendapat pesanan lalu membeli ke A. Selanjutnya A memerintahkan kurir untuk mengantar ke lokasi yang sudah ditentukan. Semua dilakukan dari balik jeruji besi.

\\\"Kita masih selidiki, kami harus cari yang ada di atasnya A sebagai bandar besar,\\\" tandasnya.

Ia menambahkan, saat ini delapan orang yang dibekuk BNN masih berstatus dalam penyidikan. \\\"HPW dan UI saat ini masih sakit,\\\" ujar Soetarmono.

Terkait masih adanya alat komunikasi yang masuk di LP, Soetarmono menambahkan, menerima ratusan alat komunikasi yang di sita dari dalam LP selama 2012. Razia pun kerap dilakukan oleh pihak LP.

\\\"Sudah empat kali dan jumlahnya itu ratusan,\\\" tutup Soetarmono.


(alg/mok)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed