DetikNews
Rabu 06 Feb 2013, 18:50 WIB

Ditinggal Nining, 1.680 Tenaga Ahli & Aspri DPR RI Belum Gajian

- detikNews
Ditinggal Nining, 1.680 Tenaga Ahli & Aspri DPR RI Belum Gajian
Jakarta - Pertama kali terjadi, sistem penggajian di DPR RI tiba-tiba tidak berjalan. Hingga tanggal 6 (hari ini, red), 1.680 Pegawai di DPR RI yang terdiri atas Tenaga Ahli (TA) dan Aspri anggota DPR, sama sekali belum menerima gaji yang seharusnya sudah diterima tanggal 1. Mandegnya sistem penggajian ini diduga disebabkan oleh pergantian pejabat di lingkungan Sekretariat DPR RI yang berlangsung belum lama ini.

Seperti diketahui, per tanggal 23 Januari 2013, Nining Indra Saleh tidak lagi menyandang jabatan Sekjen DPR RI karena yang bersangkutan akan menjadi Caleg (Calon Legislatif) dari Partai Nasdem. Ketua DPR RI Marzuki Alie pun sudah menunjuk Plt pengganti Nining, yakni Winantuningtyastiti Suwasanani untuk menjalankan fungsi Kesekjenan.

\\\"Teman-teman sudah mendatangi Kesekjenan, dan mendapati kenyataan pahit. Hingga hari ini belum ada gaji masuk ke rekening masing-masing TA\/Aspri. Ketika dikonfirmasi, petugas bagian keuangan tidak bisa memberikan kepastian. Namun informasi yang kami terima, kemungkinan uang gaji baru masuk ke rekening sekitar tanggal 10 atau bahkan bisa pada tengah bulan pada tanggal 15 Februari mendatang,\\\" ujar Saputra, salah satu Tenaga Ahli DPR RI kepada detikcom, Rabu (6\/2\/2013).

Saputra menambahkan, pembayaran gaji ini tentu sangat urgen karena hampir dua bulan belakngan, tidak ada gaji yang masuk ke rekening mereka.

\\\"Ada yang aneh pada Bulan Desember 2012 silam, dimana gaji bulan Januari ternyata sudah diberikan pada pertengahan Desember. Sehingga kalau dihitung, rekan-rekan Tenaga Ahli dan Aspri sudah 2 bulan bekerja tapi belum ada gaji masuk hingga hari ini,\\\"ujarnya.

\\\"Kami belum pernah melihat kejadian macem ini. Saya menduga, ini terkait dengan ketidaksiapan Plt pengganti Ibu Nining yang sekarang sudah di Nasdem. Akibat administrasi yang amburadul, gaji kami semua terlantar!\\\" ujar Saputra geram.

Pendapat senada disampaikan Tenaga Ahli yang sehari-hari mendampingi anggota di Komisi BUMN. \\\"Mestinya ini tidak boleh terjadi. Tenaga Ahli dan Aspri itu sudah memiliki cash
flow yang teratur dan memiliki rutinitas pembelanjaan. Apabila terlambat dan dikabarkan hingga 15 hari keterlambatan, ini akan menjadi preseden buruk bagi Kesekjenan,\\\" ujar Mustofa.

Menurutnya, sebagian TA dan Aspri selama dua hari terakhir sudah mengadakan pertemuan, dan akan mengadakan aksi ke Kesekjenan dalam waktu dekat apabila gaji tidak segera turun.

\\\"Ya. Akan ada aksi satu dua hari ini. Saya dengar mereka sudah berkumpul di lantai 20 dan saya juga mendapatkan undangan untuk berangkat ke kantor Sekjen DPR, mungkin Kamis ini,\\\" tambahnya.

Salahsatu Tenaga Ahli dari Partai besar yang meminta namanya disembunyikan mengaku, di MPR RI keterlambatan gaji ternyata bukan kali ini saja terjadi. Pernah gaji baru diterima pada tanggal 10 per bulannya, sehingga sempat menimbulkan gejolak.

\\\"Seharusnya Kesekjenan menghormati Tenaga Ahli terutama dalam hal sistem penggajian. Gaji harus disampaikan tepat waktu, karena pekerjaan mereka tidak kalah beratnya dari anggota DPR. Mereka kan minimal S2, dan banyak yang sudah Doktor. Hanya saja mereka bukan anggota saja. Berat pekerjaannya kadang melebihi anggota,\\\"ujarnya.

Yang menyedihkan, selain gajinya terlantar seperti sekarang, semua Tenaga Ahli maupun Aspri di DPR RI tersebut sama sekali tidak pernah mendapatkan tunjangan Hari Raya atau yang sering disebut Gaji ke 13.

\\\"Ya kenyataannya seperti itu. Saya berharap, kejadian seperti ini tidak terulang. Sehingga kami bekerja tidak dihantui ketidakpastian,\\\" tambahnya.


(asy/asy)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed