DetikNews
Senin 21 Jan 2013, 16:10 WIB

Dosen UNJ Didakwa Korupsi Proyek Laboratorium

- detikNews
Jakarta - Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Tri Mulyono didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan laboratorium tahun anggaran 2010. Tri didakwa dengan pasal 2 ayat 1 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Jaktim, Fitri Zulfahmi menjelaskan, Tri Mulyono selaku ketua panitia pengadaan barang\/jasa di lingkungan Universitas Negeri Jakarta tahun anggaran 2010 bersama saksi Fakhruddin (Pejabat Pembuat Komitmen) pada bulan Februari 2010-15 Desember 2010 melakukan atau turut serta melakukan secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara Rp 5,175 miliar.

Pada tahun 2010, UNJ melaksanakan pengadaan peralatan laboratorium dan peralatan penunjang laboratorium pendidikan yang bersumber dari anggaran pembangunan dengan alogasi pagu dari Dikti pada kegiatan pengadaan sarana dan prasaranan dengan DIPA tahun 2010.

Kegiatan pengadaan alat laboratorium belanja modal peralatan dan mesin dengan nilai Rp 17 miliar.

Pada Desember 2009, Permai Raya Group ikut dalam proyek pembangunan gedung pusat studi dan sertifikat guru UNJ dengan joint operation<\/i> antara PT Mega Niaga dengan Pembangunan Perumahan. Saksi Mindo Rosalina Manulang (Direktur Marketing Permai Grup) melalui Gerhana Sianipar (Junior Direktur Marketing Permai Group) memerintahkan Melia Rike, staf marketing PT Anugrrah Nusantara yang tergabung dalam Permai Group untuk menyiapkan kegiatan proyek pengadaan peralatan laboratorium dan peralatan penunjang laboratorium pendidikan pada UNJ tahun anggaran 2010.

Untuk melaksanakan perintah Rosa, pada Februari-Maret 2010, saksi Melia Rike mencari vendor atau agen peralatan laboratorium. Dalam mencari vendor Rosa menetapkan adanya diskon 40% ditambah 3% untuk setiap item barang yang akan diadakan.

Dalam mencari barang-barang untuk kesesuaian spesifikasinya dan harganya maka Melia Rike bertemu dengan pihak UNJ yakni Tri Mulyono, Dedi Purwana dan Suryadi. Setelah list dan harga barang didapatkan dari para vendor, Permai Group meminta para vendor mengirim brosur atau penawaran kepada UNJ dengan harga standar.

Sedangkan yang dikirimkan kepada Permai Group adalah berikut dengan harga diskon serta pernyaan dukungan kepada Permai Group.

Pada Maret-April 2010, Tri Mulyono menerima daftar barang dan harga peralatan laboratorium yang selanjutnya digunakan Tri Mulyono sebagai bahan penyusun spesifikasi barang dan harga dalam harga perkiraan sendiri (HPS).

Penyusunan HPS dilakukan dengan cara mendapatkan brosur para vendor di mana harga penawaran tersebut standar dan tidak tertera diskon.

\\\"Cara-cara dalam menyusun HPS dilakukan tanpa menggunakan data dasar dan tidak mempertimbangkan analisis harga satuan pekerjaan yang bersangkutan, tidak menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga penyusunan HPS menyimpang dari Keppres 80\/2003,\\\" kata JPU, Zulfahmi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (15\/1\/2013).

Dalam memuluskan proyek ini, PT Anugrah Nusantara melalui Melia Rike memberikan uang kepada Fredy Mangatas dari CV Sinar Sakti sebesar Rp 10 juta. \\\"Sementara terdakwa menerima uang secara bertahap dengan total Rp 837 juta,\\\" sebut jaksa.

Berdasarkan laporan hasil audit BPKP, terdapat kerugian keuangan negara Rp 5,175 miliar dalam proyek ini. \\\"Akibat perbuatan terdakwa dan Fakhruddin telah merugikan keuangan negara Rp 5,175 miliar yang memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yakni PT Marell Mandiri atau PT Anugrah Nusantara yang tergabung dalam konsorsium Permai Grup,\\\"ujar jaksa.


(fdn/rmd)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed