DetikNews
Rabu 16 Jan 2013, 10:46 WIB

Ada Napi Bocah Pintar 3 Kali Kabur dari LP, Ditjen PAS: Itu Fiktif

- detikNews
Ada Napi Bocah Pintar 3 Kali Kabur dari LP, Ditjen PAS: Itu Fiktif
Jakarta - Dunia maya dihebohkan dengan kisah tentang bocah narapidana kasus pembunuhan yang memiliki kepintaran luar biasa. Bahkan disebutkan bocah itu bisa kabur dari penjara tiga kali, namun berhasil ditangkap kembali. Benarkah?

Cerita ini beredar luas di situs jejaring sosial dan forum-forum internet. Bersumber dari sebuah blog, cerita ini ditulis pada tahun 2007 oleh seorang alumnus kriminologi UI. Namun baru populer belakangan ini.

Secara singkat, kisah tersebut berisi pengalaman sang penulis saat mewawancarai Arif, nama samaran bocah tersebut. Arif yang kala itu berusia 8 tahun dipidana karena kasus pembunuhan berencana dan ditahan di LP Anak Tangerang.

Arif adalah anak pintar. Nilainya selalu menonjol di kelas. Bahkan setelah di dalam penjara, nilainya nomor dua terbaik di provinsi. Lalu, bagaimana dia bisa masuk dalam penjara?

Rupanya Arif balas dendam kepada seorang kepala preman di Bekasi. Preman itu telah membunuh ayahnya. Begitu mendengar kabar itu, Arif pun langsung mencari si preman dan membalaskan dendamnya.

\\\"Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi,\\\" demikian cerita singkat soal Arif.

Di dalam penjara, Arif rupanya sempat merepotkan petugas Lapas. Dia kabur tiga kali dengan cara yang unik.

Pertama, Arif kabur setelah bersembunyi di dalam kantung sampah dan truk angkutan yang keluar-masuk penjara. Kedua, Arif kabur dengan cara membalurkan tape uli -- makanan yang diberikan 2 kali seminggu -- ke tembok untuk menghancurkannya.

Pelarian ketiga dilakukan dengan menggunakan besi ember. Besi itu digunakan untuk menyelinap keluar penjara dan membobol ruangan.

Uniknya, anak itu selalu berhasil tertangkap karena kabur selalu ke rumahnya. Dia hanya ingin bertemu sang ibu.

\\\"Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri,\\\" tulisnya.

detikcom berusaha mengontak si penulis untuk memperjelas cerita ini lewat akunnya di media sosial. Namun belum ada jawaban.

Sementara Juru Bicara Ditjen PAS, Akbar Hadi, menegaskan, cerita itu kemungkinan besar fiktif. Sejumlah kejanggalan ditemukan dari penjelasan sang penulis.

\\\"Cerita itu banyak kejanggalan dan sepertinya fiktif,\\\" ujar Akbar saat dikonfirmasi, Rabu (16\/1\/2013).

Alasan pertama menurut Akbar, sesuai dengan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, seorang anak 8 tahun tidak mungkin diproses hukum sampai ke Lembaga Pemasyarakatan. Terlebih, Arif melakukan perbuatannya seperti dituliskan ketika berusia 7 tahun.

\\\"Bahkan diproses di pengadilan pun sepertinya tidak, hanya sampai polisi saja,\\\" jawab Akbar.

Akbar juga sudah mengecek menu di LP anak Tangerang dan memastikan tak ada hidangan tape dua kali seminggu. Dia juga memastikan, tak pernah ada tembok LP yang jebol gara-gara tape.

\\\"Truk sampah juga tidak pernah masuk sampai ke Lapas, kita hanya menggunakan gerobak,\\\" terangnya.

Terakhir, Akbar menegaskan, LP anak laki-laki di Tangerang, tak pernah dipimpin oleh seorang wanita. Ini membantah isi cerita bahwa sang pewawancara didampingi oleh \\\'ibu kalapas\\\'.

\\\"Dalam sejarahnya, bila memang napi anak itu pria karena disebut Arif, LP anak pria tak pernah dipimpin oleh seorang ibu atau wanita. Selalu pria,\\\" tegasnya.


(mad/nrl)
Ikuti berbagai berita penting dan menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat, selama Ramadan pukul 14.15 - 14.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed